Menjadi Penulis di Era Artificial Intelligence

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 1 Mei 2026 | 18:29 WIB

Mungkin masalahnya bukan AI yang terlalu pintar. Mungkin kita yang terlalu cepat berhenti jujur, terlalu cepat puas pada kalimat rapi yang menyembunyikan luka yang seharusnya kita akui.

Tiga alasan menjadi penulis yang tak bisa diserahkan kepada Artificial Intelligence.

Pertama, penulis memberi kesaksian atas ketidakadilan zaman.

Sejarah selalu berubah karena ada yang berani mencatat. Tanpa kesaksian, ketidakadilan menjadi sunyi.

Lihatlah karya Aleksandr Solzhenitsyn tentang Gulag di Uni Soviet. Ia tidak hanya menulis tentang sistem penjara. Ia menulis tentang penderitaan yang ingin dilupakan negara.

Bukunya membuka mata dunia bahwa kekuasaan bisa membungkam kebenaran, tapi tidak selamanya.

Penulis mengubah fakta menjadi pengalaman. Ia membuat pembaca tidak hanya tahu, tapi merasakan.

Di era AI, informasi berlimpah. Tapi empati tidak otomatis lahir dari data.

Kesaksianlah yang menghidupkan empati itu. Dan kesaksian selalu membutuhkan keberanian.

Keberanian untuk berpihak.

Keberanian untuk tidak netral ketika yang dihadapi adalah ketidakadilan.

Namun, di tengah banjir informasi AI yang rentan manipulasi dan halusinasi, penulis kini memikul tugas baru: menjadi penjaga akurasi yang memastikan bahwa kebenaran tidak tenggelam dalam lautan narasi buatan.

Kedua, penulis memberi arah untuk kemajuan.

Dunia tidak kekurangan ide. Tapi sering kehilangan arah.

Tulisan-tulisan Jean-Jacques Rousseau tentang kontrak sosial dulu dianggap radikal. Tapi dari sana lahir bahasa tentang hak rakyat, tentang legitimasi kekuasaan, dan tentang demokrasi modern.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB
X