Penulis tidak hanya menggambarkan dunia apa adanya. Ia membayangkan dunia sebagaimana seharusnya.
Ia membuka jalan yang belum ada.
Di era AI, arah menjadi semakin penting. Karena ketika semua kemungkinan tersedia, manusia justru lebih mudah tersesat.
Penulis membantu kita memilih bukan dengan memerintah, tapi dengan memperjelas apa yang layak diperjuangkan.
Ia menjaga agar kemajuan tidak kehilangan jiwa.
Ketiga, penulis memberi makna atas kehidupan.
Ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan oleh akal sehat biasa. Mengapa kehilangan terasa begitu dalam. Mengapa cinta tetap bertahan meski dilukai.
Leo Tolstoy dalam The Death of Ivan Ilyich tidak hanya menceritakan kematian. Ia mengajak kita melihat bagaimana seseorang menyadari, di akhir hidupnya, bahwa ia belum benar-benar hidup.
Tulisan itu tidak memberi jawaban. Ia memberi kesadaran.
Penulis mengubah pengalaman pribadi menjadi cermin bagi banyak orang.
Ia membuat seseorang yang membaca merasa tidak sendirian.
Dan di situlah makna lahir.
Makna tidak diciptakan oleh kecanggihan bahasa. Makna lahir dari kejujuran yang berani diakui.
Ada dua buku yang dapat memperkaya wawasan kita tentang profesi penulis.
Pertama, The Death of the Author, ditulis oleh Roland Barthes, 1977.
Artikel Terkait
Bagaimana Teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Mengubah Dunia Bisnis?
Memperkenalkan Peluang Pekerjaan Terbaru di Bidang Data Science dan Artificial Intelligence bagi Lulusan FMIPA
Pengenalan Artificial Intelligence dan 6 Manfaatnya dalam Kehidupan
Manfaat Artificial Intelligence di Era Teknologi Saat Ini: Merintis Masa Depan Cerdas