Salah satunya dengan menggencarkan program penambahan areal tanam (PAT) dengan tiga strategi. Pertama, optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, dan penggunaan padi gogo.
Kementan menargetkan realisasi perluasan areal tanam padi sebesar 1.782.612 hektare. Dan, dari target tersebut telah terealisasi sebesar 778.422 hektare atau 44,35 persen.
Kementan juga terus mendorong perluasan areal tanam padi di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta mengoptimalkan pompanisasi dan irigasi.
Baru-baru ini, Kementan juga tengah berupaya mengaktifkan kembali Rumah Pompa Tambakromo di Kabupaten Pati Jawa Tengah, yang lama tidak dioperasionalkan karena biaya yang tinggi.
Baca Juga: Masih banyak daerah tak maksimal manfaatkan dana bantuan pesantren, Kemenag ingatkan hal ini
Rumah Pompa Tambakromo dibangun pada tahun 1989, dan mulai beroperasi sejak tahun 1992.
Namun, operasional rumah pompa tersebut berhenti sejak tahun 2018 akibat tingginya biaya operasional.
Rumah Pompa Tambakromo diklaim mampu mengairi lahan sawah tadah hujan di kawasan setempat hingga 1.000 hektare.
Baca Juga: Inilah Si Burung Garuda maskot baru Timnas Indonesia bernama Shakti, kereen!
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, program pompanisasi selama ini terbukti mampu memberi dampak positif terhadap peningkatan produksi.
Karena itu, Kementan juga membentuk Satgas Pompa yang melibatkan 1.500 pegawai termasuk pejabat bertanggung jawab terkait pengadaan pompa, dan perluasan areal tanam yang akan menangani 7.000 Kecamatan.
Kementan berharap, dengan adanya pompanisasi itu bisa meningkatkan indeks pertanaman, dari yang setahun panen dua kali menjadi tiga kali.
Demikian pula dengan target PAT yang selama ini hanya 1.000 hektare, bisa bertambah menjadi 2.000 hektare, atau bahkan 3.000 hektare.
Wamentan juga mengatakan, upaya penyediaan air irigasi tidak hanya melalui program pompanisasi. Namun, juga dengan kerja sama antarinstansi.
Artikel Terkait
Pemerintah salurkan bantuan pangan dan operasi pasar SPHP atasi tingginya harga beras
Hanjeli, tanaman pangan pendamping beras yang lebih kaya manfaat, punya khasiat herbal
Jagung alternatif pengganti beras, kandungan protein lebih tinggi, baik untuk penderita diabetes
Tanaman hanjeli pengganti beras bisa tumbuh di semua jenis lahan, tahan kekeringan
Bantuan Pangan berlanjut hingga Juni 2024, stok beras aman
Pertanian Berkelanjutan: Menjaga Kelestarian Bumi Melalui Praktik Ramah Lingkungan
Pertanian Masa Depan: Menyatukan Tradisi dan Inovasi untuk Mencapai Keberlanjutan
Revolusi Hijau 2.0: Teknologi Mutakhir untuk Pertanian Berkelanjutan
Pertanian Vertikal: Menjawab Tantangan Lahan Terbatas di Perkotaan
Potensi ekonomi tahun 2025 di Yogyakarta, dari pariwisata, pertanian, dan UMKM akan jadi sektor unggulan