WartaPesona.com - Tanaman hanjeli masuk sebagai salah satu bahan pangan pengganti beras yang dinilai potensial dikembangkan.
Hanjeli menjadi salah satu alternatif pengganti beras yang dilirik sebagai solusi masalah pangan saat ini karena berbagai kelebihannya.
Selain hanjeli, Indonesia juga punya banyak sumber pangan lain pengganti beras seperti ketela dan umbi-umbian yang lebih familiar.
Baca Juga: Prakiraan cuaca esok hari Rabu 11 Oktober 2023, kota mana yang berpotensi hujan?
Namun, hanjeli dinilai lebih potensial karena tidak hanya mengandung karbohidrat. Namun, juga mengandung banyak manfaat kesehatan.
Guru Besar dan pakar ilmu herbal Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) Prof Dr Apt Berna Elya MSi, menyebut tanaman hanjeli sudah banyak digunakan sebagai obat tradisional di berbagai negara.
Menurutnya, tanaman hanjeli juga mengandung antioksidan tinggi yang bisa diolah menjadi minuman seperti teh dan kopi.
Baca Juga: Tips WhatsApp Business untuk memperluas pasar dan potensi penjualan, tak cukup buat katalog produk
Sedangkan, biji hanjeli juga mengandung nilai gizi yang lebih bagus dari serealia lainnya.
"Sehingga bisa diolah menjadi beras hanjeli untuk pangan fungsional pengganti beras,” kata Prof Berna, sebagaimana dilansir situs FFUI.
Sementara itu, saat ini hanjeli lebih banyak dikenal di Jawa Barat seperti Bandung, Cipokor, Gunung Halu, Kiara Payung, Rancakalong, Tanjungsari, Sumedang, dan lainnya.
Hanjeli biasa ditanam oleh petani tatar Sunda itu sebagai selingan, dan dimanfaatkan buah sebagai bahan pangan.
Baca Juga: Makna Logo PON Aceh Sumut 2024, ada gambar rencong, kain Songket Melayu dan Ulos Batak
Selain sebagai alternatif bahan pangan, biji hanjeli yang keras juga dimanfaatkan sebagai produk ekonomi kreatif untuk manik-manik kalung dan perhiasan lainnya.
Artikel Terkait
Kwetiau: Resep dan Panduan Membuat Mi Beras Kenyal yang Lezat
10 komoditas makanan penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di DIY Maret 2023, nomor 1 beras
Mengenal Pho, Sup Vietnam dengan mie beras, daging, dan rempah-rempah
Harga beras di sejumlah pasar DIY masih bertahan tinggi, dari Rp11.500 hingga Rp13.500 per kilogram
Stok beras di Gudang Bulog aman, Presiden Jokowi nilai masih perlu impor, alasannya ini
Pemerintah salurkan bantuan pangan dan operasi pasar SPHP atasi tingginya harga beras
Presiden Jokowi ingatkan ancaman perubahan iklim semakin nyata, krisis pangan terjadi di dunia
Pameran Nget-Ngetan, acara seni budaya yang mengangkat spirit ketahanan pangan di Yogyakarta
Presiden Jokowi ingatkan urusan pangan penentu stabilitas, TNI diminta peka