Hotman Paris Ngaku Rugi, Menkeu Purbaya Anggap Bukti Sukses Kebijakan Rp200 Triliun ke Himbara

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Selasa, 23 September 2025 | 07:10 WIB
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung protes pengacara Hotman Paris terkait dana Rp200 triliun di Bank Himbara. (Kemenkeu.go.id - Instagram.com/@hotmanparisofficial)
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung protes pengacara Hotman Paris terkait dana Rp200 triliun di Bank Himbara. (Kemenkeu.go.id - Instagram.com/@hotmanparisofficial)

WartaPesona.com – Kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana jumbo Rp200 triliun di bank-bank milik negara (Himbara) memunculkan cerita menarik. Salah satunya datang dari pengacara kondang Hotman Paris yang terang-terangan mengaku rugi karena bunga deposito turun.

Dalam konferensi pers APBN KiTA, Senin (22/9/2025), Purbaya justru menyebut protes Hotman sebagai bukti kebijakan pemerintah mulai berjalan.
“Hotman Paris protes waktu perpanjang depositonya, bunganya turun, dia jadi rugi. Itu tujuan saya,” ucap Purbaya.

Logika Kebijakan

Menurutnya, strategi ini sederhana: kalangan kaya yang menyimpan dana besar di deposito akan terdorong membelanjakan uangnya kembali ke pasar. “Kalau belanja, ekonomi jalan. Memang itu tujuannya,” jelasnya.

Baca Juga: Menilik Defisit APBN Rp321,6 Triliun hingga Agustus 2025 dan Tantangan Fiskal Pemerintah

Keluhan Hotman Paris

Lewat akun Instagram @hotmanparisofficial, Hotman mengeluh penghasilan dari deposito turun akibat kelebihan likuiditas bank pemerintah. “Bank pemerintah kebanyakan duit, jadi bunganya dikurangi,” ujar Hotman.

Alokasi Rp200 Triliun

Dana Rp200 triliun itu ditempatkan di Himbara dengan skema deposito on call: Mandiri, BRI, BNI masing-masing Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, dan BSI Rp10 triliun. Tujuannya menurunkan biaya dana, sehingga bunga pinjaman bisa lebih ringan dan kredit ke sektor produktif mengalir.

Dampak ke Ekonomi

Purbaya menegaskan, langkah ini tidak mengganggu posisi keuangan negara. Sebaliknya, bank kini lebih leluasa menyalurkan kredit, termasuk ke koperasi desa.
“Win-win solution. Kalau disalurkan, ekonomi jalan lebih cepat,” pungkasnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Penjualan Mobil Listrik Naik 80 Persen

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:04 WIB

Bisnismu Gitu-Gitu Aja ? Yuk Coba 7 Tips UMKM Ini!

Senin, 24 November 2025 | 10:36 WIB
X