WartaPesona.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal polemik data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2025 sebesar 5,12 persen yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Purbaya menegaskan bahwa angka tersebut mencerminkan kondisi riil, didorong konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Ia juga menepis tudingan manipulasi.
“Tidak ada manipulasi BPS. Kalau ada yang menyangkal, mungkin ekonominya nggak ngerti,” ujarnya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Menurutnya, pertumbuhan itu dipicu insentif pemerintah hingga April yang berdampak pada konsumsi. Setelah insentif melambat, ekonomi juga ikut terkoreksi.
“Jadi memang logikanya seperti itu,” jelasnya.
Baca Juga: Hotman Paris Ngaku Rugi, Menkeu Purbaya Anggap Bukti Sukses Kebijakan Rp200 Triliun ke Himbara
Pandangan Berbeda Ekonom
Meski begitu, sejumlah ekonom tetap meragukan kualitas pertumbuhan tersebut.
Mereka menilai peningkatan konsumsi lebih banyak ditopang faktor jangka pendek, bukan perbaikan fundamental.
Ada pula yang mengkritik bahwa ketimpangan antarwilayah masih tinggi, sehingga angka agregat 5,12 persen belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan.
Baca Juga: BBM Satu Harga, Bukti Keadilan Energi untuk Seluruh Rakyat Indonesia
Respons Istana
Sebelumnya, pihak Istana melalui Hasan Nasbi juga menegaskan bahwa BPS selalu merilis data sesuai fakta, baik saat pertumbuhan naik maupun turun.
“Kalau turun dibilang turun, kalau naik dibilang naik. Pemerintah itu jujur-jujur aja,” kata Hasan pada 7 Agustus 2025. ***
Artikel Terkait
Kasus Dugaan Pembobolan RDN, Tanggung Jawab Siapa?
Menilik Defisit APBN Rp321,6 Triliun hingga Agustus 2025 dan Tantangan Fiskal Pemerintah
BBM Satu Harga, Bukti Keadilan Energi untuk Seluruh Rakyat Indonesia
Hotman Paris Ngaku Rugi, Menkeu Purbaya Anggap Bukti Sukses Kebijakan Rp200 Triliun ke Himbara