Semakin bertambah usia saya, semakin saya menyadari bahwa hidup bukanlah teka-teki yang harus diselesaikan seluruhnya.
Hidup adalah perjalanan yang harus dijalani dengan kesungguhan.
Saya pernah menyusun rencana yang begitu rinci, tetapi kehidupan memilih jalan yang sama sekali berbeda.
Saya juga pernah memasuki sebuah pertemuan tanpa harapan apa pun, lalu justru dari sanalah lahir kerja sama yang mengubah arah hidup saya.
Ada orang-orang yang datang hanya sebentar, tetapi meninggalkan pengaruh selama puluhan tahun.
Ada pula orang-orang yang setiap hari bersama kita, tetapi tidak pernah benar-benar mengubah apa pun.
Karena pengalaman-pengalaman itulah, saya semakin berhati-hati memperlakukan setiap perjumpaan.
Mungkin orang yang hari ini hanya kita sapa sepintas kelak menjadi sahabat terdekat.
Mungkin buku yang hari ini kita baca sambil lalu mengubah cara kita memandang dunia.
Mungkin keputusan kecil yang kita anggap sepele justru menentukan arah hidup anak cucu kita.
Dan mungkin pula, seperti Joan Monfort ketika menekan tombol kameranya pada Desember 2007, kita sedang merekam sejarah tanpa pernah menyadarinya.
Tidak seorang pun mampu melihat seluruh rancangan kehidupan.
Namun setiap orang dapat memilih untuk menjalani bagian kecil yang dipercayakan kepadanya dengan penuh integritas.
Barangkali di situlah makna terdalam dari foto Messi dan Yamal.
Bukan bahwa masa depan telah ditentukan secara pasti, melainkan bahwa masa depan sering kali tumbuh diam-diam di dalam peristiwa yang hari ini kita anggap biasa.