opini

The Beatles, Eric Clapton dan Kisah Tiga Lagu Cinta Legendaris dari Dua Pria Untuk Satu Perempuan yang Sama

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:02 WIB

Namun kemenangan itu ternyata bukan akhir cerita. Eric tenggelam dalam alkohol, narkoba, dan berbagai perselingkuhan.

Pernikahan mereka perlahan retak. Impian yang bertahun-tahun diperjuangkan ternyata tidak mampu menyembuhkan luka yang telah lama hidup di dalam dirinya.

Di sinilah banyak orang salah memahami cinta. Mereka mengira kebahagiaan datang ketika berhasil memiliki seseorang.

Padahal banyak penderitaan justru berasal dari ruang batin yang tidak pernah dibereskan. Tidak ada pasangan yang mampu menyembuhkan seluruh luka masa lalu kita.

Cinta dapat menemani perjalanan. Tetapi ia tidak pernah dapat menggantikan pekerjaan batin yang harus kita lakukan sendiri.

Kesadaran itu membuat kisah Eric Clapton jauh lebih manusiawi daripada sekadar kisah seorang gitaris legendaris.

Beberapa tahun sesudah menikah, Eric menulis lagu ketiga. Wonderful Tonight. Lagu ini hampir bertolak belakang dengan Layla.

Tidak ada ledakan emosi. Tidak ada jeritan gitar. Tidak ada obsesi. Hanya seorang suami yang menunggu istrinya berdandan sebelum menghadiri pesta.

Ketika Pattie bertanya bagaimana penampilannya, Eric menjawab pelan, “You look wonderful tonight.”

Sesederhana itu. Namun justru di situlah letak keagungannya.

Psikolog John Gottman, setelah meneliti ribuan pasangan selama puluhan tahun, menyimpulkan bahwa hubungan yang bertahan tidak dibangun oleh peristiwa-peristiwa besar, melainkan oleh perhatian terhadap hal-hal kecil.

Ia menyebutnya small bids for connection. Senyum. Tatapan.

Ucapan terima kasih. Kalimat sederhana yang membuat pasangan merasa diperhatikan.

Saya selalu merasa Wonderful Tonight adalah ilustrasi musikal paling indah dari temuan Gottman.

Cinta yang matang bukan lagi tentang api yang berkobar. Ia adalah cahaya kecil yang tidak pernah padam.

Halaman:

Tags

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB