opini

Tasawuf Demokrasi, Dari Kotak Suara Menuju Puncak Kesadaran Bernegara

Senin, 8 Juni 2026 | 09:37 WIB

Oleh Toto Izul Fatah*

WartaPesona.com - Demokrasi idealnya tak hanya dipahami sebagai kontestasi politik, prosedur memilih pemimpin, menghitung suara, membentuk partai, atau menyusun konstitusi.

Demokrasi juga harusnya dipahami sebagai perjalanan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Dimulai dari taat aturan, menjalani proses, menemukan makna, sampai akhirnya demokrasi menjadi laku batin kebangsaan.

Itulah yang ingin saya katakan sebuah istilah yang disebut Tasawuf Demokrasi.

Baca Juga: MotoGP 2026: Marco Bezzecchi Mimimpin Klasemen Sementara Setelah Marc Marquez Memenangi GP Hungaria

Seperti diketahui, dalam tasawuf, seseorang tidak cukup hanya beragama secara lahir. Ia harus berjalan dari syariat, menuju tarekat, masuk ke hakikat, lalu mencapai makrifat. Begitu pula demokrasi.

Sebuah bangsa belum tentu demokratis hanya karena memiliki Pemilu, partai politik, DPR, konstitusi, dan lembaga negara. Semua itu baru kulit luar.

Demokrasi baru mencapai ruhnya ketika warga, elite, partai, penguasa, oposisi, aparat, media, dan pemilih sama-sama memiliki kesadaran bahwa demokrasi adalah jalan luhur untuk menjaga martabat manusia.

Dalam konteks ini, demokrasi juga memiliki level dan tingkatannya sebagaimana dalam ilmu tasawuf.

Baca Juga: Kreator Konten Dari Uganda Bikin Video Tentang Indonesia, Sebut Rizky Ridho dan Jay Idzes

Pertama, level Syariat Demokrasi, yaitu berupa aturan main.

Ini adalah demokrasi sebagai aturan formal. Ada konstitusi. Ada undang-undang. Ada pemilu. Ada KPU. Ada partai politik. Ada parlemen. Ada mahkamah. Ada kebebasan memilih dan dipilih.

Pada level ini, demokrasi masih dipahami sebagai kewajiban prosedural. Orang ikut pemilu karena jadwal negara. Partai mengikuti aturan karena takut didiskualifikasi. Kandidat patuh karena diawasi. Aparat netral karena diwajibkan.

Halaman:

Tags

Terkini

Kisah 108 Solusi Presiden Prabowo Subianto

Senin, 8 Juni 2026 | 10:02 WIB

Mengapa Dolar AS Menembus Rp18.000?

Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:07 WIB

Memelihara Harapan di Tengah Kesulitan

Sabtu, 6 Juni 2026 | 09:54 WIB

Belajar Merawat Alam dari Leluhur Nusantara

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:12 WIB

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 5 Juni 2026 | 06:39 WIB

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB

Tan Malaka dan Keberanian Berpikir

Selasa, 2 Juni 2026 | 09:10 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 12:54 WIB

Abu Janda Versus Permadi Arya

Senin, 1 Juni 2026 | 09:54 WIB

Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku

Senin, 1 Juni 2026 | 09:20 WIB

Dua Kali Adil

Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB