Negara tidak merasa sebagai penguasa yang berdiri di atas rakyat. Rakyat tidak merasa sebagai objek yang hanya dibutuhkan saat pemilu.
Makrifat Demokrasi adalah keadaan ketika demokrasi telah menjadi akhlak publik. Orang tidak curang bukan karena diawasi. Orang tidak membeli suara bukan karena takut tertangkap.
Penguasa tidak menekan oposisi bukan karena dilarang, tetapi karena tahu bahwa oposisi adalah bagian dari kesehatan negara.
Pada puncak ini, demokrasi menjadi seperti napas. Tidak perlu dipaksa, karena ia sudah hidup dalam kesadaran.
Pertanyaannya, Indonesia sudah berada di level mana?
Dalam kerangka Tasawuf Demokrasi, Indonesia tampaknya belum sampai ke level Makrifat Demokrasi.
Bahkan untuk disebut sudah mapan pada level hakikat pun masih perlu hati-hati.
Indonesia sudah jelas melewati level Syariat Demokrasi. Kita punya konstitusi demokratis, Pemilu berkala, partai politik, lembaga perwakilan, pemilihan presiden langsung, pilkada, pers, dan masyarakat sipil.
Namun, Indonesia masih bergulat pada level tarekat demokrasi. Yaitu, prosesnya ada, tetapi mutunya belum selalu sehat.
Freedom House menempatkan Indonesia sebagai Partly Free dengan skor 56/100 dalam laporan 2025.
Kebebasan bicara tersedia, tetapi warga masih bisa takut ketika kritiknya menyentuh kekuasaan. Partai politik hidup, tetapi kaderisasi dan ideologi sering kalah oleh pragmatisme elektoral.
Lalu, negara mana yang sebenarnya sudah berada di puncak tertinggi Tasawuf Demokrasi itu?
Benarkah Amerika Serikat yang sering kita sebut sebagai Mbah nya Demokrasi dan simbol demokrasi modern?
Menurut saya, untuk menyebut satu tingkat di atas Indonesia mungkin saja. Yaitu, sudah sampai pada level hakikat. Tetapi, tetap belum pada level Makrifat Demokrasi.
Secara institusional, Amerika kuat: Pemilu rutin, kebebasan pers besar, lembaga hukum mapan, civil society aktif.
Artikel Terkait
Kitab Suci di Tengah Bencana Ekologi
Marco Bezzecchi Pimpin Klasemen MotoGP 2026 Setelah Marc Marquez Menangi Sprint Race GP Hungaria
Car Free Day di Jalan HR Rasuna Said Rutin Digelar Setiap Minggu Mulai Hari Ini, Pukul 05.30 Sampai 09.00 WIB
Rute Lalu Lintas Ketika Car Free Day Berlangsung di Jalan HR Rasuna Said
Elon Musk, Thomas Alva Edison, dan Mengapa Kita Perlu Inovator?