Tasawuf Demokrasi, Dari Kotak Suara Menuju Puncak Kesadaran Bernegara

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 8 Juni 2026 | 09:37 WIB

Freedom House masih memberi Amerika status Free dengan skor 84/100 pada laporan 2025.

Tetapi dalam indeks EIU, Amerika Serikat sudah lama tidak lagi dikategorikan sebagai full democracy, melainkan flawed democracy.

Begitu pun pada Democracy Index 2025, EIU bahkan menyebut Amerika turun dari peringkat 28 ke 34 dan skornya turun 0,2 poin.

Dengan ukuran Tasawuf Demokrasi, Amerika mungkin sudah ada di level hakikat dalam beberapa aspek, terutama karena warga dan institusinya memahami pentingnya kebebasan, checks and balances, kebebasan pers, dan hak sipil.

Tetapi Amerika belum makrifat karena polarisasi politik, kecurigaan terhadap pemilu, politik identitas, kekerasan politik, dan delegitimasi lawan masih kuat.

Demokrasi di sana hidup, tetapi batinnya sedang gelisah.

Dalam pengamatan saya, jika harus menyebut negara yang paling mendekati level Makrifat Demokrasi, jawabannya kemungkinan besar ada pada negara-negara Nordik. Yaitu: Norwegia, Denmark, Islandia, Finlandia, dan Swedia, juga Selandia Baru.

Freedom House juga memberi skor sangat tinggi kepada negara seperti Denmark, yaitu 97/100 dalam Freedom in the World 2025.

Mengapa negara-negara itu mendekati Makrifat Demokrasi?

Bukan hanya karena pemilunya jujur. Bukan hanya karena lembaganya kuat. Tetapi karena demokrasi sudah menjadi budaya sosial. Dan demokrasi sudah menjadi laku batin bangsanya yang terus hidup.***

*Toto Izul Fatah ialah Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA dan Ketua Umum IKA PP Ibadurrahman YLPI Tegalega Sukabumi Jawa Barat

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB
X