Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Karena itu, Indonesia saat ini harus membangun budaya yang memandang korupsi bukan hanya sebagai pelanggaran hukum, tetapi sebagai aib sosial dan pengkhianatan moral.

Di sinilah masyarakat Baduy dapat menjadi cermin.

Meskipun, kehidupan masyarakat adat tidak bisa disamakan sepenuhnya dengan pemerintahan modern.

Namun, nilai dasarnya sangat relevan: hidup sederhana, mengendalikan diri, mematuhi aturan, menghormati hak orang lain, dan percaya bahwa setiap pelanggaran membawa akibat.***

*Toto Izul Fatah ialah Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB
X