Semua langsung melihat logikanya. Hijrah bukan sekadar pindah alamat. Hijrah adalah momen ketika umat Islam bertransformasi dari kelompok yang tertindas menjadi masyarakat yang memiliki kedaulatan, hukum, pemerintahan, dan masa depan.
Namun drama belum selesai. Hijrah terjadi pada bulan Rabiul Awal. Lalu kenapa tahun baru Islam dimulai pada Muharram?
Ini seperti memulai film dari bab yang berbeda.
Ternyata para sahabat punya alasan kuat. Muharram datang setelah Zulhijah, bulan haji yang menjadi puncak ibadah tahunan. Selain itu, persiapan hijrah secara politik dan sosial sudah matang sejak Baiat Aqabah pada Zulhijah. Muharram menjadi gerbang logis menuju fase baru peradaban Islam. Ditambah lagi Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci yang dimuliakan Allah.
Akhirnya diputuskan bahwa 1 Muharram tahun 1 hijriah bertepatan dengan 16 Juli 622 masehi menurut kalender Julian. Sejak saat itu lahirlah kalender hijriah.
Menariknya, Nabi Muhammad SAW sendiri tidak pernah menyebut istilah 2 hijriah, 5 hijriah, atau 8 hijriah. Yang disebut adalah peristiwa-peristiwa seperti setelah hijrah, tahun penaklukan Mekah, atau tahun Haji Wada'.
Angka-angka hijriah yang kita gunakan sekarang merupakan hasil ijtihad para sahabat dan kerja ilmiah para ulama serta sejarawan yang menyusun kronologi secara teliti.
Jadi tidak ada kontradiksi sama sekali. Nama bulan sudah ada sejak lama. Nomor tahun datang belakangan sebagai inovasi administrasi.
Ironisnya, para sahabat di abad ke-7 saja sudah sadar, dokumen negara harus memiliki tanggal jelas agar tidak menimbulkan kekacauan. Sementara di abad ke-21 masih ada pejabat yang kalau ditanya janji kampanye menjawab, "Nanti kita evaluasi dulu."
Oleh karena itulah, Tahun Baru Islam sesungguhnya bukan sekadar pergantian kalender. Ia adalah monumen kecerdasan peradaban. Bukti bahwa umat Islam tidak hanya membangun masjid dan menulis hadis, tetapi juga membangun sistem administrasi yang membuat negara berjalan rapi.
Maka ketika 1 Muharram tiba, jangan cuma sibuk membuat status "Happy Islamic New Year" sambil rebahan seperti pangeran gurun kehilangan unta.
Ingatlah, hijrah adalah keberanian meninggalkan yang buruk menuju yang lebih baik. Jangan ke balik pula, wak.
Selamat merayakan 1 Muharram. Semoga tahun baru ini membawa keberkahan, dan semoga hidup kita lebih teratur dari arsip surat sebelum kalender Hijriah ditemukan.***
*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat
Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi
Artikel Terkait
Pesan Profetik Film Jangan Buang Ibu
HIPMI Kota Bekasi Buka Jejaring Wirausaha Dengan Menyelenggarakan Turnamen Padel Padelora Fest
Israel Menganggap Tidak Terikat Oleh Perdamaian Iran-Amerika
Dua Terduga Pelaku Usaha Penculikan di Perumahan Pantai Indah Kapuk Jakarta Ditangkap
Upaya Penculikan Seseorang di Perumahan Pantai Indah Kapuk Jakarta Dilatari Oleh Cinta Yang Tidak Direstui