Sejarah Tahun Baru Islam, Waktunya Pejabat Hijrah

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 16 Juni 2026 | 08:25 WIB

Baca Juga: Diskusi Yang Menghadirkan Budiman Sudjatmiko di UGM Terhenti Setelah Digeruduk Mahasiswa

Bangsa Arab kala itu menamai tahun berdasarkan peristiwa besar yang terjadi. Ada Tahun Gajah ketika pasukan Abrahah datang menyerang Ka'bah. Ada Tahun Duka saat Khadijah dan Abu Thalib wafat. Ada Tahun Perpisahan saat Haji Wada'.

Bayangkan sistem ini dipakai di zaman modern.

"Kapan nuan lahir?"

"Saya lahir saat H Dadan cs ditangkap, wak."

"Masuk kuliah tahun berapa, wak?"

"Tahun saat listrik di Pulau Sumatra blackout."

"Akang menikah kapan?"

"Tahun Bupati Pati ditangkap KPK”

Arsip negara bisa berubah menjadi lomba tebak-tebakan. Awalnya sistem ini tidak masalah. Masalah muncul ketika wilayah Islam berkembang sangat cepat. Dari Jazirah Arab, pengaruh Islam menjalar ke Persia, Syam, Mesir, dan berbagai wilayah lain. Surat-menyurat antarprovinsi makin ramai.

Lalu datanglah momen yang bisa disebut sebagai "krisis administrasi nasional." Gubernur Persia, Abu Musa al-Asy'ari, mengirim surat kepada Umar bin Khattab. Keluhannya sederhana tetapi mematikan. Ia menerima surat yang hanya bertuliskan bulan Syakban. Selesai. Tidak ada tahun.

Ente bayangkan menerima surat resmi negara yang isinya seperti ini. "Rapat akan dilaksanakan pada bulan Syakban." Syakban yang mana? Syakban tahun ini? Syakban tahun lalu? Atau Syakban ketika dinosaurus ingin menikmati malam Jumat?

Masalah ini membuat Umar bin Khattab mengumpulkan para sahabat besar. Hadir tokoh-tokoh kelas berat seperti Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dan lainnya.

Kalau sekarang mungkin setara rapat kabinet yang benar-benar fokus bekerja, bukan rapat yang hasilnya hanya foto bersama dan kalimat sakti "akan dikaji lebih lanjut."

Muncullah berbagai usulan. Ada yang mengusulkan kalender dimulai dari kelahiran Nabi. Ada yang mengusulkan dari masa kenabian. Ada yang mengusulkan dari wafat Nabi. Lalu Ali bin Abi Thalib mengusulkan sesuatu yang brilian, jadikan peristiwa hijrah sebagai titik awal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:43 WIB

Sejarah Tahun Baru Islam, Waktunya Pejabat Hijrah

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:25 WIB

Pesan Profetik Film Jangan Buang Ibu

Senin, 15 Juni 2026 | 07:33 WIB

Amar Brkic, Garuda Muda dari Frankfurt

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:57 WIB

Membaca Sumpah "Demi Allah" Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:41 WIB

Kisah 108 Solusi Presiden Prabowo Subianto

Senin, 8 Juni 2026 | 10:02 WIB

Mengapa Dolar AS Menembus Rp18.000?

Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:07 WIB

Memelihara Harapan di Tengah Kesulitan

Sabtu, 6 Juni 2026 | 09:54 WIB

Belajar Merawat Alam dari Leluhur Nusantara

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:12 WIB
X