Pentingnya Strategi Pembangunan Yang Menempatkan Tata Kelola Sebagai Prioritas

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 10 Juni 2026 | 09:43 WIB

Belajar dari tiga pimpinan tinggi Badan Gizi Nasional yang ditangkap

Oleh Denny JA*

WartaPesona.com - Seorang ibu berdiri di depan sekolah dasar di sebuah desa. Ia memandangi anaknya yang sedang menikmati makanan bergizi gratis.

Di matanya ada rasa syukur. Baginya, program itu bukan sekadar makan siang. Program itu adalah harapan. Harapan bahwa anaknya tumbuh lebih sehat daripada dirinya.

Harapan bahwa kemiskinan tidak diwariskan.

Baca Juga: PLTN Bushehr Iran Produksi 80 Miliar kWh Listrik, Cegah 86,3 Juta Ton Polutan

Namun beberapa bulan kemudian, ia membaca berita tentang dugaan korupsi di program yang sama. Saat itulah ia sadar: musuh terbesar pembangunan bukan kekurangan ide, melainkan kebocoran amanah.

Setiap generasi memiliki pertarungan sejarahnya sendiri. Generasi kita bukan sedang berperang melawan penjajah asing.

Kita sedang berperang melawan tata kelola yang buruk, karena di situlah masa depan bangsa sering dikalahkan sebelum sempat dilahirkan.

Kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi pelajaran mahal. Tiga pimpinan lembaga itu ditahan karena dugaan penyimpangan yang berkait pengelolaan program publik bernilai sangat besar.

Baca Juga: Pelatih Asal Portugal Jose Manuel Gomes Melatih Madura United

Publik pun terkejut. Program makan bergizi gratis lahir dari niat yang mulia. Ia dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi jutaan anak Indonesia sekaligus memperkuat ekonomi rakyat melalui rantai pasok petani, nelayan, peternak, dan UMKM.

Namun sejarah pembangunan mengajarkan satu hal yang berulang. Banyak gagasan besar gagal bukan karena tujuannya salah, melainkan karena tata kelolanya lemah.

Dalam kasus BGN, kebocoran terjadi bukan hanya pada tahap pengadaan, tetapi juga perencanaan dan verifikasi penerima manfaat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB
X