Belajar Merawat Alam dari Leluhur Nusantara

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 5 Juni 2026 | 13:12 WIB
Toto Izul Fatah
Toto Izul Fatah

Catatan untuk hari lingkungan hidup sedunia, 5 Juni 2026

Oleh Toto Izul Fatah*

Wartapesona.com - Ada wejangan karuhun leluhur Sunda yang sederhana, tetapi sangat bermakna dalam memandang dan memahami alam. Yaitu: leuweung kudu awian, leuwi kudu caian.

Orang tua kita dulu sering kali mengingatkan, alam adalah ibu yang mengandung dan guru yang membimbing, sekaligus cermin yang memantulkan watak manusia itu sendiri.

Bagi leluhur, alam bukan sekadar hamparan benda mati. Gunung bukan sebatas tanah tinggi. Hutan bukan hanya kumpulan pohon besar. Dan sungai bukan hanya sebagai saluran air.

Baca Juga: Sektor Pariwisata Indonesia Bergeliat Tumbuh, Netizen Soroti Lemahnya Rupiah

Hutan harus tetap berhutan, lubuk harus tetap berair. Segala sesuatu mesti dijaga menurut hakikat dan fungsinya.

Sebab, ketika hutan kehilangan pohon, sungai kehilangan air, gunung kehilangan akar, dan sawah kehilangan kesuburan, sesungguhnya yang hilang bukan hanya keseimbangan alam, tetapi juga keseimbangan batin manusia.

Alam yang rusak adalah jiwa manusia yang retak, yang tak lagi mampu membedakan antara kebutuhan dan kerakusan.

Dalam pandangan Sunda kuno, manusia hidup bukan untuk menaklukkan semesta, tetapi untuk ngajaga, ngaraksa, ngamumule (menjaga, memelihara, mengasuh kehidupan).

Baca Juga: Mengubah Makan Bergizi Gratis Sebagai Mesin Ekonomi Rakyat

Oleh karena itu, tanah bukan sekadar lahan, melainkan titipan. Air bukan sekadar sumber daya, melainkan urat nadi kehidupan. Gunung bukan sekadar bentang alam, melainkan penyangga langit batin manusia.

Maka, ketika longsor merobohkan lereng dan banjir meluap ke permukiman, itu bukan hanya bencana fisik. Itu adalah pertanda bahwa hubungan manusia dengan alam telah lama koyak.

Begitu pun dalam tradisi leluhur Jawa juga dikenal ajaran "laku memayu hayuning bawana". Yaitu, memperindah, merawat, dan menyelamatkan dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB

Negara Bukan Pemilik Tanah Adat

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:05 WIB
X