Bukan hanya mampu membaca angka statistik, tetapi juga mampu membaca air mata rakyat. Bukan hanya hadir sebagai pejabat, tetapi sebagai pengayom.
Rakyat memang tidak selalu menuntut pemimpin yang sempurna. Rakyat hanya ingin pemimpin yang sungguh-sungguh hadir.
Pemimpin yang ketika melihat rakyatnya berharap, ia tidak merasa sedang dipuja, tetapi merasa sedang diberi amanah.
Dalam konteks itulah air mata KDM menemukan makna terdalamnya.***
*Toto Izul Fatah ialah Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA dan Ketua Umum IKA PP Ibadurrahman YLPI Tegalega Sukabumi, Jawa Barat
Artikel Terkait
Sekelompok Remaja Bersenjata Tajam Tawuran di Kampung Betawi Condet Jumat Pagi
Nilai Pasar Pemain Timnas Indonesia Jay Idzes Tembus Rp243 miliar
Perempuan Muda Ditemukan Meninggal di Hotel di Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Ada Luka di Kepalanya
Macron dan Prabowo Mencari Jalan Merdeka di Dunia Yang Terbelah
Tiga Juta Rumah Yang Wajib Eco-conscious