Begitu pun Singapura yang sejak lama membangun citra sebagai city in nature, bukan sekadar kota dengan taman, tetapi kota yang menjadikan vegetasi, konektivitas hijau, dan kualitas lingkungan sebagai bagian dari desain urban.
Indonesia seharusnya bisa lebih berani. Bahkan kita punya keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara. Yaitu, iklim tropis, keragaman tanaman lokal, bambu yang melimpah, tradisi kampung yang dekat dengan kebun, serta kearifan lokal tentang hidup berdampingan dengan alam.
Dengan demikian, sangat ironi bila pembangunan perumahan rakyat justru meniru model kawasan beton kering yang miskin pohon, panas di siang hari, banjir saat hujan, dan tidak memiliki jiwa ekologis.
Bangun tiga juta rumah Yes, berbasis eco-conscious juga Yes.
Dalam konteks itulah, kritik kepada Menteri Perumahan bukan berarti menolak program rumah rakyat. Justru sebaliknya, kritik ini lahir agar program rumah rakyat tidak menjadi program baik yang dikerjakan dengan cara buruk.
Rumah rakyat tidak boleh hanya menjadi tempat tidur. Ia harus menjadi ruang tumbuh. Ia harus memberi rasa aman, sehat, teduh, dan bermartabat.
Kalau negara mampu menyediakan dinding dan atap, negara juga harus mampu menyediakan pohon, air, udara bersih, dan ruang hijau.
Wahai yang terhormat Bapak Maruarar Sirait. Jadilah menteri yang bukan hanya menteri bangunan, tetapi menteri permukiman yang mengerti ekologi.
Bantulah Presiden Prabowo dengan kerja dan karya yang dapat menjadi legacy hijau beliau dalam mewujudkan misinya membangun tiga juta rumah.***
*Toto Izul Fatah ialah Aktivis Yayasan Pengrajin Bambu Indonesia (YPBI) dan Ketua Umum IKA PP Ibadurrahman YLPI Tegalega Sukabumi, Jawa Barat
Artikel Terkait
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Mengunjungi Kota Jayapura Papua, Ada Apa?
Sekelompok Remaja Bersenjata Tajam Tawuran di Kampung Betawi Condet Jumat Pagi
Nilai Pasar Pemain Timnas Indonesia Jay Idzes Tembus Rp243 miliar
Perempuan Muda Ditemukan Meninggal di Hotel di Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Ada Luka di Kepalanya
Macron dan Prabowo Mencari Jalan Merdeka di Dunia Yang Terbelah