Dengan demikian, dalam situasi bangsa yang sedang gelisah ini, tobat nasional layak menjadi panggilan moral. Bukan untuk menggantikan kabinet. Bukan untuk mengganti APBN. Bukan untuk mengganti hukum. Tetapi untuk menghidupkan kembali ruh dari semua itu.
Tobat nasional adalah jalan sunyi itu. Yaitu, jalan ketika bangsa menundukkan kepala, mengakui salah, memohon ampun, lalu bangkit kembali dengan hati yang lebih bersih.
Saya yakin, bukan hanya indah dan sejuk, tetapi semesta ikut bergetar jika seluruh bangsa ini, mulai dari yang paling tinggi jabatannya sampai yang paling bawah rakyat kita, bersujud di hadapan sang Maha Segalanya, Allah SWT, untuk bertobat bersama, dengan memohon rida, rahmat, dan ampunan-Nya.
Tentu, setelah kita semua mengakui secara bersama-sama atas segala salah dan khilaf kita.
Insha Allah, setelah itu dijalankan, aneka keajaiban Tuhan akan datang membuka pintu berbagai kemudahan buat kita menuju bangsa yang sehat (lahir -batin), kuat, maju , damai dan sejahtera.***
*Toto Izul Fatah ialah Ketua Umum IKA PP Ibadurrahman YLPI Tegalega Sukabumi, Jawa Barat.