WartaPesona.com - Salah satu kisah memilukan datang dari Aceh Tamiang, wilayah yang menjadi salah satu titik terparah terdampak banjir bandang kala itu.
Kisah tersebut dibagikan oleh seorang influencer sekaligus relawan yang ikut terjun langsung membantu dapur umum bersama King Abdi di Aceh Tamiang.
Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @jendral_koki pada Minggu, 11 Januari 2026, tampak seorang anak menceritakan kembali detik-detik sebelum banjir besar menerjang kampungnya.
Menurut penuturannya, hujan deras memang sudah sering menyebabkan banjir kecil di wilayah tersebut. Namun, biasanya air akan cepat surut setelah hujan reda.
“Kampung kami itu sebenarnya sering banjir kalau hujan deras, tapi biasanya langsung surut,” tutur sang anak dalam video tersebut.
Kali ini, kondisinya berbeda. Hujan turun terus-menerus tanpa jeda, membuat air yang semula hanya menggenangi wilayah lain tak kunjung surut hingga malam hari.
“Tapi ini nggak surut-surut karena hujannya nggak berhenti,” lanjutnya.
Longsor dan Mati Lampu di Tengah Malam
Situasi semakin mencekam ketika malam hari tiba. Sang anak mengisahkan, meski hujan sempat mereda, tiba-tiba terjadi longsor di wilayah sekitar kampung mereka.
“Malam itu tiba-tiba mati lampu, ada pohon besar tumbang. Walaupun hujannya udah agak tenang, tapi air masih deras,” katanya.
Dalam kondisi gelap dan panik, warga hanya bisa menyelamatkan diri seadanya, tanpa mengetahui bahwa bahaya yang lebih besar sedang mendekat.
Baca Juga: Keluhkan Tiket Mahal ke Aceh, Menkes Budi Ungkap Relawan Kemenkes Lebih Murah Terbang via Malaysia
Air Naik Cepat hingga Atap Rumah
Puncak kepanikan terjadi keesokan harinya. Sekitar pukul 09.00 WIB, hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Debit air yang sebelumnya menggenangi wilayah lain akhirnya meluap ke kampung mereka.
Artikel Terkait
Akses Terputus Pascabanjir, Anak-Anak di Aceh Tengah Terpaksa Seberangi Jembatan Rusak dan Sungai
Lewat Dongeng dan Bahasa Anak, Influencer Virdian Aurellio Tanamkan Kesadaran Lingkungan pada Anak-anak Aceh Pascabencana
Keluhkan Tiket Mahal ke Aceh, Menkes Budi Ungkap Relawan Kemenkes Lebih Murah Terbang via Malaysia
Sebulan Pascabanjir, Relawan Ungkap Takengon Masih Berkubang Lumpur dan Timbunan Batu di Banyak Akses Jalan