“Airnya Naik Cepat Sekali,” Cerita Bocah Aceh Tamiang saat Banjir dan Longsor Datang Tanpa Peringatan

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 13 Januari 2026 | 14:45 WIB
Bocah di Aceh Tamiang menceritakan saat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang pada akhir November 2025 - WartaPesona.com (Nusantara 62)
Bocah di Aceh Tamiang menceritakan saat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang pada akhir November 2025 - WartaPesona.com (Nusantara 62)

“Besoknya jam sembilan pagi, air langsung masuk ke kampung kami. Padahal awalnya kampung kami nggak kena banjir,” ucapnya.

Dalam waktu singkat, air naik dengan sangat cepat hingga mencapai atap rumah warga.

Bagi anak tersebut, peristiwa itu terasa seperti bencana besar yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Sekarang ini kayak tsunami sungai,” katanya dengan suara lirih.

Ungkapan polos itu menggambarkan betapa dahsyatnya arus banjir yang datang, menyeret apa saja yang dilewatinya.

Baca Juga: Lewat Dongeng dan Bahasa Anak, Influencer Virdian Aurellio Tanamkan Kesadaran Lingkungan pada Anak-anak Aceh Pascabencana

Trauma Anak-anak Pascabanjir

Kisah ini menjadi potret kecil dari trauma mendalam yang dialami anak-anak korban bencana di Aceh Tamiang.

Selain kehilangan rumah dan harta benda, mereka harus berhadapan dengan ketakutan, kepanikan, dan ketidakpastian yang datang begitu cepat.

Sejumlah relawan kemanusiaan menyebut, pemulihan psikologis anak-anak menjadi salah satu tantangan besar pascabencana.

Banyak dari mereka masih takut saat hujan turun atau ketika mendengar suara air deras.

Baca Juga: Akses Terputus Pascabanjir, Anak-Anak di Aceh Tengah Terpaksa Seberangi Jembatan Rusak dan Sungai

Update Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 9 Januari 2026, total korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatera mencapai 1.182 orang.

Sementara itu, sebanyak 145 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Jumlah warga yang masih mengungsi tercatat mencapai 238.627 jiwa, tersebar di ratusan titik pengungsian.

Selain itu, kerusakan rumah akibat bencana ini mencapai 189.308 unit, baik rusak ringan, sedang, hingga rusak berat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

PWI Mengecam Pernyataan Hotman Paris Hutapea

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:45 WIB
X