WartaPesona.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengecam pernyataan pengacara Hotman Paris yang telah merendahkan wartawan.
Hal ini ditegaskan Ketua Umum PWI Akhmad Munir di Jakarta, Minggu 19 Juli 2026 menyikapi pernyataan Hotman Paris Hutapea yang merendahkan wartawan dengan berkata; "Lu punya otak nggak?" kepada seorang wartawan yang mengajukan pertanyaan kepadanya dalam konferensi pers tentang mantan Jampidsus Febrie Adtiansyah di Jakata, Jumat 17 Juli 2026.
Akhmad Munir yang wartawan yang dilindungi leh undang-undang memiliki hak untuk bertanya, sedangkan narasumber punya hak untuk menhawab atau menolak.
"Tidak ada alasan untuk merendahkan martabat profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Wartawan bekerja untuk kepentingan publik dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers," ujarnya.
Menurutnya, PWI Pusat tidak mempersoalkan pembelaan hukum oleh advokat kepada kliennya. Tetapi, pembelaan tersebut tidak boleh disampaikan dengan merendahkan profesi lain atau mengintimidasi wartawan yang sedang bekerja.
"Sikap kami murni untuk menjaga marwah profesi wartawan dan memastikan setiap insan pers dapat menjalankan tugas jurnalistik secara bebas, profesional, dan bermartabat tanpa intimidasi verbal dari siapa pun," tegasnya.
Ia mengatakan pengacara dan wartawan adalah dua profesi yang sama-sama memiliki peran strategis dalam negara hukum dan demokrasi. Mereka harus saling menghormati dan menjaga etika dalam setiap interaksi di ruang publik.
Baca Juga: Papua Pegunungan Merancang Perda yang Melarang Perang Suku
Ia meminta Advokat Hotman Paris Hutapea memberikan klarifikasi kepada publik serta menyampaikan permohonan maaf kepada pers.
Langkah tersebut, katanya, langkah penting untuk menjaga hubungan baik antara profesi wartawan dan pengacara.***
Sumber detik
Artikel Terkait
Serangan Iran ke Yordania Tewaskan Dua Tentara Amerika
Kota Tangerang Selenggarakan Festival Cisadane 22 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Inggris Peringkat Ketiga Setelah Menang Melawan Prancis
Kylian Mbappe Top Skor Piala Dunia 2026 Sementara Waktu, Lionel Messi Masih Bisa Mengejar
Papua Pegunungan Mendorong Generasi Muda Menempuh Pendidikan Kedokteran