opini

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Baca Juga: Kylian Mbappe Meraih Sepatu Emas

Piala Dunia 2026 memang dirancang menjadi raksasa. Untuk pertama kalinya, 48 negara ikut serta, naik dari 32 peserta di Piala Dunia 2022. Sebanyak 104 pertandingan dimainkan di 16 kota dalam tiga negara—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Format baru pertandingan membagi peserta ke dalam 12 grup, lalu 32 tim melaju ke fase gugur. Dua finalis harus bermain delapan kali untuk mencapai pertandingan terakhir, satu laga lebih banyak daripada format sebelumnya.

FIFA tidak sekadar memperbesar turnamen. Ia memperpanjang mesin produksi sepak bola: lebih banyak tim berarti lebih banyak pertandingan; lebih banyak pertandingan berarti lebih banyak tiket, penerbangan, kamar hotel, hak siar, iklan, sponsor, makanan, transportasi, dan manusia yang membuka dompet.

Mesin itu bekerja luar biasa. Pada 25 Juni saja, ketika masih tersisa 48 pertandingan, jumlah penonton langsung sudah mencapai 3.605.357 orang, melampaui rekor sepanjang turnamen Piala Dunia 1994. Stadion ketika itu rata-rata terisi lebih dari 99 persen.

Baca Juga: Ferran Torres Mengantarkan Spanyol Juara Dunia

Menjelang akhir turnamen, angka kehadiran terus membubung hingga jutaan orang.

Reuters mencatat tingkat keterisian pada fase awal mencapai sekitar 99,7 persen, meskipun harga tiket yang sangat tinggi sebelumnya dikhawatirkan akan membuat kursi-kursi kosong.

Rupanya, manusia tetap bersedia membayar mahal untuk satu pengalaman yang tidak dapat di- replay: mengatakan kepada anak cucunya, "Saya ada di sana." Padahal mereka datang bukan hanya membawa bendera dan nasionalisme. Mereka juga membawa kartu kredit.

FIFA menyediakan total distribusi dana kepada 48 peserta sebesar US$871 juta. Juara memperoleh US$50 juta, sementara tim-tim lain mendapat bagian sesuai pencapaiannya, ditambah dana persiapan.

Jumlah keseluruhan itu hampir dua kali lipat dibandingkan kumpulan hadiah Piala Dunia Qatar 2022 sebesar US$440 juta.

Dengan kurs rupiah pada akhir turnamen, US$871 juta bernilai sekitar Rp15 triliun lebih — angka pastinya tentu bergerak mengikuti kurs. Uang itu pun bukan langsung masuk ke rekening para pemain, melainkan dibayarkan kepada federasi sepak bola negara peserta.

Tetapi bahkan Rp15 triliun lebih itu hanyalah permukaan. Forbes mencatat sebuah paradoks yang menarik. Di antara para pemain yang datang ke Piala Dunia ini, ada dua orang yang secara finansial sebenarnya tidak perlu lagi mengejar apa pun: Cristiano Ronaldo, dengan estimasi kekayaan US$1,2 miliar, dan Lionel Messi sekitar US$1,1 miliar.

Namun, di luar lapangan, uang justru berlari lebih kencang dari Mbappé, sang jagoan gol. Harga tiket adalah pintu masuk paling kasatmata. Tiket pertandingan fase grup pada awalnya dipatok mulai sekitar US$575, lebih dari dua kali lipat tiket kategori termahal fase grup Qatar 2022.

Dengan sistem dynamic pricing, harga kemudian bergerak mengikuti permintaan. Untuk final, tiket premium resmi sempat mencapai sekitar US$32 ribu per kursi. Di pasar penjualan kembali, harga rata-rata menjelang final dilaporkan melampaui US$11 ribu.

Halaman:

Tags

Terkini

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB