opini

Tak Kunjung Selesai

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:09 WIB

Perbedaan titik pandang itulah yang membuat polemik ini terus bergerak tanpa pernah benar-benar tiba di tujuan yang sama.

Negara melihat persoalan ini sebagai perkara hukum yang berkembang dari peredaran informasi dan tuduhan di ruang publik.

Sementara sebagian masyarakat masih memandangnya sebagai perkara tentang keaslian sebuah dokumen yang menjadi sumber seluruh kontroversi.

Padahal dalam perkara-perkara yang menyangkut kepercayaan publik, hukum tidak cukup hanya benar. Hukum juga harus mampu menjelaskan mengapa ia benar. Sebab sebuah perkara dapat dinyatakan selesai oleh negara melalui putusan, penghentian perkara, atau pelimpahan berkas.

Namun sebuah perkara belum tentu selesai di kepala masyarakat apabila pertanyaan yang mula-mula memicu seluruh perdebatan itu masih dianggap belum memperoleh jawaban yang memadai.

Mungkin karena itulah polemik ini tak kunjung selesai. Bukan karena kurang pasal, kurang penyidik, atau kurang sidang. Melainkan karena sebagian orang masih bertanya tentang ijazah, sementara proses hukum yang berkembang telah bergerak jauh ke wilayah fitnah, pencemaran nama baik, ujaran kebencian, dan data elektronik.

Selama kedua titik itu belum bertemu, perdebatan tampaknya akan terus berputar dari satu babak ke babak berikutnya.***

*Ahmadie Thaha ialah penulis dan kolumnis

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi

Halaman:

Tags

Terkini

Tak Kunjung Selesai

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:09 WIB

Doaku Untuk Presidenku, Solusi Lewat Jalan Sunyi

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:06 WIB

Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:13 WIB

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:43 WIB

Sejarah Tahun Baru Islam, Waktunya Pejabat Hijrah

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:25 WIB

Pesan Profetik Film Jangan Buang Ibu

Senin, 15 Juni 2026 | 07:33 WIB

Amar Brkic, Garuda Muda dari Frankfurt

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:57 WIB

Membaca Sumpah "Demi Allah" Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:41 WIB