WartaPesona.com - Budayawan Butet Kartaredjasa dan istrinya, Eabu 17 Juni 2026 menyerahkan 14 karya lukisan Jalan Salib versi Jawa kepada Paus Leo XIV di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Italia.
Lukisan tersebut menampilkan tokoh pewayangan Punakawan: Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.
Momen bersejarah ini memadukan nilai spiritual dan budaya, yang mana tokoh Yesus divisualisasikan sebagai Semar, serta dilengkapi karakter Punakawan lainnya seperti Gareng, Petruk, dan Bagong.
Baca Juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Kepolisian
Dalam penyerahan karya seni tersebut, Butet tampil khas mengenakan pakaian adat Jawa lengkap berupa beskap dan blangkon.
“Lukisan yang digambarkan dengan tokoh-tokoh Punakawan: Semar, Gareng, Petruk dan Bagong tersebut dibuat dengan tujuan untuk mendekatkan sosialisasi nilai-nilai yang lebih dekat dengan masyarakat,” kata Butet dalam acara bincang bersama di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan.
Rencana penyerahan lukisan kaca Jalan Salib tersebut telah dirintis KBRI untuk Takhta Suci sejak masa kepemimpinan Paus Fransiskus pada 2025, menyusul kunjungannya ke Indonesia pada 2024.
Meski Paus Fransiskus telah wafat, upaya penyerahan karya tersebut tetap dilanjutkan dengan harapan Paus Leo XIV bersedia menerimanya.
Baca Juga: Duh Qatar, Ente Malu-maluin Asia, Dibantai Kanada 6-0
Duta Besar RI untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono mengatakan usulan penyerahan lukisan tersebut disampaikan kepada Takhta Suci dengan bantuan Sekretaris Negara Kota Vatikan, Kardinal Pietro Parolin.
Pada 26 Mei 2026, Duta Besar Trias menerima pemberitahuan dari Vatikan bahwa Butet dan istrinya mendapat kesempatan untuk menyerahkan langsung lukisan tersebut dalam audiensi umum di Lapangan Santo Petrus pada 17 Juni 2026.
“Setahu saya, ini peristiwa pertama seorang seniman Indonesia menyerahkan karyanya sendiri langsung ke Paus di Vatikan.”
“Ini sangat membanggakan, bukan saja bagi pelukisnya, Butet, tetapi juga bagi kita warga negara Indonesia,” kata Trias.
Artikel Terkait
Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya
Aliansi Perempuan Indonesia Membawa Panci Turun ke Jalan Meminta Harga Pangan Diturunkan
Rusia Siap Tingkatkan Kemitraan dengan ASEAN
Ketika Dunia Mencari Tempat Berlindung, Indonesia Harus Menjadi Jangkar
Ketika Perang Iran Melawan Amerika dan Israel Berakhir Dengan Transaksi