Budayawan Butet Kartaredjasa Serahkan Lukisan Jalan Salib Versi Jawa Kepada Paus Leo XIV di Vatikan

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 19 Juni 2026 | 13:42 WIB
Butet Kertaredjasa dan istrinya, Ageng Rulyani Isfihana mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Paus Leo XIV. Foto: istimewa.
Butet Kertaredjasa dan istrinya, Ageng Rulyani Isfihana mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Paus Leo XIV. Foto: istimewa.

Butet mengatakan tokoh Punakawan kerap ditemukan di rumah-rumah masyarakat Jawa dalam bentuk lukisan kaca berukuran kecil.

Menurutnya, dalam tradisi masyarakat Jawa terdapat kekuatan simbolik dari Bagong, Petruk, Gareng, dan Semar yang dekat dengan masyarakat dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

Terinspirasi dari hal tersebut, Butet membuat lukisan kaca Jalan Salib dalam 14 stasi yang menggambarkan rangkaian peristiwa sejak Yesus dijatuhi hukuman mati hingga dimakamkan.

“Saya melihat jalan salib itu memiliki nilai yang sangat dalam, tetapi yang mengenal hanya kalangan terbatas terutama hanya umat Katolik. Padahal, jika diasosiasikan dengan tokoh Punakawan yang sangat bersahabat dengan masyarakat mungkin lebih gampang dipahami,” kata Butet.

Dalam karya tersebut, tokoh Semar digambarkan sebagai Yesus. Menurut Butet, Semar dipilih karena dalam tradisi pewayangan merupakan titisan dewa sehingga dapat ditampilkan dalam berbagai adegan pada setiap frame.

“Yesus-nya saya gambarkan Semar karena Semar itu merupakan titisan Dewa lalu tokohnya bisa diganti-ganti pada setiap frame dan jadilah 14 stasi itu,” ujarnya.

Setelah menyerahkan lukisan, Butet juga mendapat kesempatan baciamano al Papa atau mencium tangan Paus, sebuah tradisi Katolik sebagai bentuk penghormatan mendalam dengan mencium cincin kepausan yang dikenakan Paus.

“Ini peristiwa sangat bersejarah dan sangat luar biasa untuk saya dan istri saya. KTP saya itu Kristen, tetapi ke gereja terakhir itu SMP. Saya tergerak karena saya tumbuh dalam tradisi Katolik,” kata Butet.

Ia mengaku pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Katolik Pangudi Luhur Yogyakarta sejak SD hingga SMP dan kerap menghadiri gereja sebagai bagian dari kegiatan sekolah.

“Jadi saya familiar, tidak ada yang asing bagi saya, sehingga ini suatu peristiwa yang sangat monumental. Saya ada dalam situasi yang surealistik, saya belum pernah mengalami perjuangan untuk mencium tangan Paus,” ujarnya.

Penyerahan lukisan kaca Jalan Salib kepada Paus Leo XIV juga menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia di Vatikan.

Kota Vatikan dikenal sebagai salah satu pusat koleksi karya seni dunia dengan sekitar 70.000 karya, di mana sekitar 20.000 di antaranya dipamerkan di Museum Vatikan.***

Sumber kompastv

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Kepolisian

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:56 WIB

Rusia Siap Tingkatkan Kemitraan dengan ASEAN

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:55 WIB

Koboi Kalah Perang

Kamis, 18 Juni 2026 | 08:47 WIB
X