Ketika Dunia Mencari Tempat Berlindung, Indonesia Harus Menjadi Jangkar

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 19 Juni 2026 | 08:18 WIB
Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie (kanan) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri). (kiriman Teguh Anantawikrama)
Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie (kanan) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri). (kiriman Teguh Anantawikrama)

Oleh Teguh Anantawikrama*

WartaPesona.com - Ketika perang di Timur Tengah makin meluas, rantai pasok global terus terfragmentasi, dan persaingan antarkekuatan besar berlangsung melalui tarif, sanksi, serta kebijakan moneter yang ketat, satu kenyataan menjadi semakin jelas.

Dunia sedang memasuki era di mana stabilitas telah menjadi komoditas yang langka.

Dalam situasi seperti ini, negara yang mampu menyediakan ketahanan—bukan sekadar pertumbuhan—akan menjadi semakin bernilai.

Baca Juga: Rusia Siap Tingkatkan Kemitraan dengan ASEAN

Dan Indonesia memiliki modal itu.

Diskusi terbaru antara Bank Indonesia dan KADIN Indonesia memperlihatkan gambaran yang sangat berbeda dari berbagai narasi pesimistis yang beredar di pasar global.

Ketika ekonomi dunia diperkirakan hanya tumbuh sekitar 3 persen, inflasi global masih tinggi, dan modal terus mencari aset-aset safe haven, ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap bertumbuh di kisaran 4,9–5,7 persen, ditopang oleh konsumsi domestik yang kuat serta investasi yang tetap sehat.

Ini bukan kebetulan.

Baca Juga: Aliansi Perempuan Indonesia Membawa Panci Turun ke Jalan Meminta Harga Pangan Diturunkan

Ini adalah hasil dari pembangunan institusi selama puluhan tahun, disiplin kebijakan makroekonomi, dan filosofi pembangunan yang lebih mengutamakan ketahanan dibanding pertumbuhan yang berlebihan.

Stabilitas telah menjadi aset strategis

Banyak negara mengejar pertumbuhan dengan segala cara.

Indonesia memilih jalan yang berbeda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB
X