Oleh Ahmadie Thaha*
WartaPesona.com - Konon, di film-film koboi Hollywood, pahlawan selalu masuk kota dengan menunggang kuda sambil menggigit cerutu.
Ia menembak lebih cepat daripada bayangannya sendiri. Musuh tumbang. Debu beterbangan. Musik kemenangan diputar. Lalu layar ditutup dengan tulisan: The End.
Masalahnya, geopolitik bukan film koboi. Di Timur Tengah, sering kali yang pulang bukan pahlawan, melainkan akuntan yang sibuk menghitung tagihan.
Baca Juga: Daya Magis Bang Dodo Belum Aktif, Portugal Ditahan Kongo
Tajuk rencana The New York Times pekan ini terdengar seperti bunyi palu hakim di ruang sidang: "President Trump Lost This War".
Kalimat itu tidak ditulis aktivis anti-Amerika di sudut jalan. Ia lahir dari ruang redaksi koran paling berpengaruh di Amerika Serikat. Dewan redaksinya menyimpulkan bahwa Donald Trump gagal memperoleh hampir semua barang yang dijanjikannya kepada rakyat Amerika sebelum perang dimulai.
Padahal etalase kampanyenya dulu begitu mewah. Ada "penyerahan tanpa syarat". Ada "kemenangan total". Ada "nol pengayaan uranium". Ada pula diskon besar-besaran berupa pergantian rezim di Teheran.
Bahasa Trump memang sering seperti spanduk obral toko: semua tampak mudah, cepat, dan menguntungkan. Tinggal gesek kartu, masalah selesai.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Portugal Ditahan Kongo
Tetapi perang bukan marketplace. Barang yang dipajang di etalase belum tentu tersedia di gudang.
Kini, jika kesepakatan damai ditandatangani di Jenewa, dunia menyaksikan sebuah ironi yang bahkan para penulis satir pun mungkin malu mengarangnya.
Setelah empat bulan perang, miliaran dolar biaya militer, puluhan ribu rudal dan ancaman kiamat, Amerika justru kembali ke meja perundingan dengan menu yang mirip seperti perjanjian nuklir 2015.
Itulah perjanjian yang dulu dibuat oleh Barack Obama, tetapi kemudian dibuang oleh Trump seperti orang membuang payung karena merasa matahari akan bersinar selamanya.
Artikel Terkait
Bek Kiri Yang Lincah Marc Cucurella dari Chelsea Berlabuh ke Real Madrid
Jus Nanas dan Wortel Membikin Tubuh Tahan Penyakit dan Awet Muda
Gubernur Pramono Anung Ajak Singapura Berinvestasi di Sektor Transportasi Jakarta
Piala Dunia 2026: Argentina Pimpin Grup J Setelah Gebuk Aljazair
Piala Dunia 2026: Erling Haaland Membawa Norwegia Pimpin Klasemen Grup I Setelah Habisi Irak