Inflasi tetap terjaga di sekitar 3 persen. Cadangan devisa mendekati 145 miliar dola AS. Defisit transaksi berjalan masih terkendali. Sistem perbankan memiliki permodalan yang kuat dengan rasio kredit bermasalah yang rendah.
Angka-angka tersebut bukan sekadar indikator ekonomi.
Baca Juga: Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya
Semuanya adalah mekanisme pertahanan nasional.
Karena di abad ke-21, kedaulatan ekonomi tidak lagi hanya dijaga oleh tank dan rudal.
Ia dijaga oleh institusi keuangan yang sehat, kebijakan moneter yang kredibel, konsumsi domestik yang kuat, serta kepercayaan pasar terhadap institusi negara.
Karena itu, Bank Indonesia memilih pendekatan yang seimbang.
Baca Juga: Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya
Stabilitas rupiah dijaga.
Inflasi dikendalikan.
Namun pada waktu yang sama, pertumbuhan ekonomi tetap didorong melalui berbagai instrumen makroprudensial, ekspansi kredit, digitalisasi sistem keuangan, dan pembiayaan sektor produktif.
Tujuannya bukan sekadar bertahan melewati tahun 2026.
Tujuannya adalah keluar dari periode turbulensi global ini dalam kondisi yang lebih kuat.
Peran Indonesia lebih besar dari sekadar Indonesia
Perekonomian dunia semakin terbelah ke dalam berbagai blok.