opini

Elon Musk, Thomas Alva Edison, dan Mengapa Kita Perlu Inovator?

Minggu, 7 Juni 2026 | 10:03 WIB

Namun sejarah menunjukkan kemajuan sering dimulai dari ide yang pada awalnya terdengar tidak realistis.

Buku ini mengingatkan kita masa depan tidak diciptakan oleh mereka yang selalu benar. Masa depan sering diciptakan oleh mereka yang cukup berani untuk mencoba.

Saya teringat pengalaman pribadi ketika pertama kali membangun lembaga survei politik puluhan tahun lalu.

Saat itu banyak orang menganggap survei opini publik tidak akan memiliki peran penting dalam politik Indonesia. Demokrasi masih muda. Teknologi informasi masih terbatas. Data belum dianggap aset strategis.

Namun saya percaya bahwa suatu hari keputusan politik akan semakin bergantung pada data dan suara publik. Kepercayaan itulah yang membuat saya bertahan ketika banyak orang meragukan arah yang dipilih.

Sekarang, di Indonesia data lembaga survei menjadi pedoman pertarungan politik pemilu. Saya gabungkan lembaga survei dengan jasa konsultan politik. Dan saya tercatat ikut memenangkan calon presiden lima kali berturut-turut.

Pengalaman itu mengajarkan satu hal. Setiap inovasi selalu lahir dua kali.

Pertama, ia lahir di dalam imajinasi seseorang. Kedua, ia lahir di dunia nyata setelah bertahun-tahun diperjuangkan.

Jarak antara dua kelahiran itulah yang memisahkan pemimpi dari inovator.

Oleh karena itu, saya selalu tertarik mempelajari tokoh-tokoh seperti Edison dan Musk. Bukan karena kekayaan mereka. Bukan pula karena popularitas mereka.

Saya tertarik karena mereka menunjukkan bahwa manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk memperluas kemungkinan hidupnya.

Mereka mengingatkan kita bahwa masa depan bukan sesuatu yang menunggu untuk ditemukan. Masa depan adalah sesuatu yang diciptakan.

Namun setiap gelombang inovasi selalu membawa dua kemungkinan: membebaskan atau meninggalkan sebagian orang di belakang.

Indonesia tidak boleh sekadar menjadi penonton yang mengagumi masa depan dari kejauhan.

Negara harus hadir menyalakan keberanian para inovator lokal agar teknologi yang lahir tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memperluas kesejahteraan dan menjaga kedaulatan bangsa.

Halaman:

Tags

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB