Lebih penting lagi, Edison memahami sesuatu yang tidak dipahami banyak penemu lain.
Penemuan besar tidak cukup. Penemuan harus diproduksi massal.
Penemuan harus memiliki model bisnis. Penemuan harus masuk ke rumah-rumah masyarakat.
Di sinilah letak kejeniusannya. Ia bukan hanya ilmuwan. Ia adalah penghubung antara laboratorium dan kehidupan sehari-hari.
Hasilnya luar biasa. Sampai hari ini, lebih dari satu abad setelah kematiannya, dunia masih hidup di dalam sistem yang sebagian fondasinya dibangun oleh Edison.
Ketika kita menyalakan lampu, menonton film, atau menikmati berbagai bentuk teknologi modern, kita sesungguhnya masih hidup di dalam bayang-bayang warisan seorang pria yang menolak menerima batas-batas zamannya.
Edison mengajarkan bahwa inovasi terbesar bukanlah menemukan sesuatu yang baru. Inovasi terbesar adalah membuat sesuatu yang baru menjadi bagian normal dari kehidupan manusia.
Sejarah menunjukkan bahwa negara yang memimpin dunia bukan selalu negara yang paling kaya sumber daya alamnya.
Negara yang memimpin dunia adalah negara yang berhasil melahirkan manusia-manusia yang mengubah cara umat manusia hidup.
Batu bara dapat habis. Minyak dapat habis. Tetapi imajinasi seorang inovator dapat menciptakan kekayaan yang terus bertambah dari generasi ke generasi.
Elon Musk, manusia yang menolak batas masa depan
Jika Edison adalah simbol revolusi industri kedua, banyak pengamat melihat Elon Musk sebagai simbol revolusi teknologi abad ke-21.
Lahir di Afrika Selatan pada tahun 1971, Musk tumbuh sebagai anak yang tenggelam dalam buku-buku sains, teknologi, dan fiksi ilmiah. Sejak muda ia terobsesi pada pertanyaan yang tidak biasa: Bagaimana manusia dapat mempercepat masa depan?
Sebagian besar pengusaha bertanya bagaimana menciptakan produk yang laku dijual. Sebagian besar investor bertanya bagaimana memperoleh keuntungan terbesar. Musk tampaknya bertanya sesuatu yang berbeda.
Apa persoalan terbesar umat manusia yang belum diselesaikan?
Artikel Terkait
Pemerintah Membuka Ribuan Lowongan Kerja Untuk Warga ber-KTP Jakarta, Bergaji UMR
Kementerian Pertahanan Akan Bentuk Dua Batalion Komponen Cadangan di Setiap Kabupaten/Kota
Kendaraan Bermotor Mewah Harley Davidson, Ducati, dan Porsche di Rumah Silmy Karim Diangkut KPK
Memelihara Harapan di Tengah Kesulitan
Mengapa Dolar AS Menembus Rp18.000?