opini

Mengubah Makan Bergizi Gratis Sebagai Mesin Ekonomi Rakyat

Jumat, 5 Juni 2026 | 07:48 WIB

Ketika sekolah membutuhkan telur setiap hari, peternak berani memperbesar kandangnya. Ketika dapur membutuhkan sayur setiap hari, petani berani memperluas lahannya. Ketika pasar menjadi pasti, keberanian untuk berproduksi tumbuh.

Dan sering kali, keberanian untuk berproduksi jauh lebih berharga daripada subsidi.

Hal kedua adalah menjadikan MBG sebagai investasi sumber daya manusia sekaligus investasi ekonomi rakyat.

Banyak orang melihat MBG hanya sebagai program konsumsi. Padahal jika dirancang dengan baik, MBG adalah investasi jangka panjang yang sangat produktif.

Anak yang mendapat gizi baik memiliki peluang belajar lebih baik. Kemampuan kognitif meningkat. Risiko penyakit menurun. Produktivitas masa depan bertambah.

Inilah yang oleh para ekonom disebut human capital investment. Namun manfaatnya tidak berhenti di sana.

Sejarah pembangunan menunjukkan bahwa negara maju tidak dibangun oleh konglomerat semata. Ia dibangun oleh jutaan usaha kecil yang tumbuh karena memperoleh pasar yang stabil dan berkelanjutan.

Ketika rantai pasok MBG dibangun dari ekonomi lokal, maka investasi terhadap anak juga menjadi investasi terhadap keluarga mereka.

Anak mendapat makanan bergizi. Orang tuanya mendapat pasar. Petani mendapat pembeli. Nelayan mendapat kepastian pendapatan.

UMKM mendapat kesempatan berkembang. Maka satu program menghasilkan dua keuntungan sekaligus.

Keuntungan sosial berupa peningkatan kualitas generasi. Keuntungan ekonomi berupa peningkatan pendapatan rakyat.

Dalam teori pembangunan modern, inilah yang disebut pembangunan inklusif. Pertumbuhan ekonomi manfaatnya dirasakan banyak orang, bukan hanya segelintir kelompok.

Hal ketiga adalah membangun tata kelola yang transparan dan dapat diawasi publik. Tidak ada program sebesar MBG yang dapat berhasil tanpa kepercayaan.

Dan kepercayaan lahir dari transparansi. Setiap rupiah anggaran harus dapat dilacak. Setiap kontrak harus terbuka.

Setiap dapur harus diaudit. Setiap pengadaan harus dapat diperiksa masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini

Belajar Merawat Alam dari Leluhur Nusantara

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:12 WIB

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 5 Juni 2026 | 06:39 WIB

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB

Tan Malaka dan Keberanian Berpikir

Selasa, 2 Juni 2026 | 09:10 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 12:54 WIB

Abu Janda Versus Permadi Arya

Senin, 1 Juni 2026 | 09:54 WIB

Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku

Senin, 1 Juni 2026 | 09:20 WIB

Dua Kali Adil

Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tangis KDM: Air Mata Batin Harapan Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:40 WIB

Tiga Juta Rumah Yang Wajib Eco-conscious

Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:04 WIB