opini

Teguh Anantawikrama : Ketika Dunia Goyah, Keberanian Menyelamatkan Bangsa

Jumat, 18 Juli 2025 | 07:17 WIB
Presiden Prabowo Beri sambutan pada pembukaan Konvensi dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA Convex) Tahun 2025 yang digelar di Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang, Rabu (21/05/2025). (Foto: Setneg.go.id)

Hasilnya?

Meski ditentang WTO dan dikritik Barat, Indonesia kini dilirik sebagai pusat ekosistem baterai kendaraan listrik (EV).

Nilai tambah meningkat. Lapangan kerja tumbuh. Kita tidak lagi hanya menjual bahan mentah, tetapi mulai memanjat rantai nilai global.

Di sisi politik luar negeri, Prabowo menjalankan diplomasi multi-kutub. Menjalin aliansi dengan Prancis, Korea Selatan, Tiongkok, dan Amerika Serikat—tanpa menjadi antek siapapun.

Baca Juga: Dari Padang Pasir ke Pantai Tropis: Langkah Strategis Prabowo Bawa Indonesia ke Panggung Global

Ini bukan nasionalisme sempit, tetapi patriotisme strategis yang mengedepankan kepentingan nasional.

Kedaulatan Pangan, Energi, dan Kesehatan: Strategi Bertahan

Prabowo juga mendorong kemandirian dalam sektor vital—pangan, energi, dan kesehatan. Ini bukan slogan populis, melainkan respons realistis terhadap ancaman global di mana rantai pasok bisa putus sewaktu-waktu.

Keputusan Indonesia untuk lebih aktif dalam BRICS dan memimpin blok negara-negara Selatan menunjukkan kepercayaan diri baru di panggung global.

Sejarah Pihak yang Berani

Layaknya Mahathir pada 1997, Prabowo kini menjalani tantangan serupa: memilih jalur sulit namun berdaulat.

Ia mungkin dikritik, namun keberanian seperti inilah yang kelak akan dikenang.

Baca Juga: Setelah 10 Tahun Perundingan, Prabowo Umumkan Terobosan Bersejarah: RI dan Uni Eropa Sepakat CEPA

Karena satu hal pasti:
Dalam zaman yang luar biasa, ortodoksi bisa berbahaya. Hanya keberanian—yang berpijak pada visi dan kedaulatan—yang bisa menyelamatkan bangsa.

Indonesia tidak akan ditulis oleh mereka yang menunggu izin. Masa depan Indonesia akan ditentukan oleh mereka yang berani memimpin. ***(SA)

 

Halaman:

Tags

Terkini

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB

Tan Malaka dan Keberanian Berpikir

Selasa, 2 Juni 2026 | 09:10 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 12:54 WIB

Abu Janda Versus Permadi Arya

Senin, 1 Juni 2026 | 09:54 WIB

Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku

Senin, 1 Juni 2026 | 09:20 WIB

Dua Kali Adil

Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tangis KDM: Air Mata Batin Harapan Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:40 WIB

Tiga Juta Rumah Yang Wajib Eco-conscious

Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:04 WIB