Cina Berlakukan Undang-undang Persatuan Etnis, Tak Mau Lagi Perang Saudara Pecah

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 23 Juli 2026 | 08:14 WIB

Baca Juga: Wanita Guru di Tanjungbalai Sumatra Utara Diamuk Massa, Begini Peristiwanya

Yang bikin bumbu makin pedas, undang-undang ini juga memuat ketentuan yang bisa menjangkau individu atau kelompok di luar wilayah Cina jika dianggap mengganggu persatuan etnis atau mendorong separatisme. Taiwan langsung pasang alis mode siaga. Pemerintahan Tibet di pengasingan pun menganggap aturan itu memperkuat proses asimilasi terhadap masyarakat Tibet.

Beijing santai saja. Pemerintah menegaskan aturan ini bukan mesin penghapus budaya, melainkan pagar agar rumah besar bernama Cina tidak roboh diterpa angin perpecahan.

Wakil Menteri Kehakiman Hu Weilie menyebut, media Barat salah paham. Katanya, aturan itu ditujukan untuk aktivitas ilegal yang mengancam persatuan nasional, bukan buat mengejar orang lagi makan mi tarik sambil diskusi akademik.

Begitulah Cina. Negeri yang membangun tembok bukan hanya dari batu, tetapi juga dari pengalaman sejarah.

Negeri yang menganggap stabilitas lebih berharga dari tepuk tangan dunia. Mau setuju atau tidak, satu hal sulit dibantah. Kemajuan mereka bukan datang dari sulap Jack Ma menggosok lampu Aladdin Made in Cina. Ia lahir dari keputusan-keputusan yang kadang dipuji, kadang dicibir, kadang bikin dunia garuk-garuk kepala sambil pesan teh melati. Seperti filosofi yin dan yang, setiap langkah menuju persatuan selalu menyimpan bayangan pertanyaan, kapan persatuan berubah menjadi penyeragaman? Nah, itu PR yang panda pun mungkin masih mikir sambil ngunyah bambu.***

*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB
X