19 Tahun Pertamina Hulu Energi, Upaya Menemukan Ladang Minyak Raksasa

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 1 Juli 2026 | 06:05 WIB

Di sisi lain, keberhasilan eksplorasi Andaman oleh Mubadala Energy membuka harapan baru di wilayah barat Indonesia.

Jika digabungkan, kedua kawasan tersebut telah menunjukkan potensi lebih dari tiga miliar barel oil equivalent. Memang masih berada di bawah Guyana yang telah melampaui sebelas miliar barel oil equivalent. Namun angka itu baru berasal dari sebagian kecil dari 128 cekungan yang kita miliki.

Ketiga, Indonesia memiliki keragaman sistem batuan geologi yang sangat kaya. Ini memberi peluang bukan hanya bagi minyak konvensional, tetapi juga minyak nonkonvensional, gas alam, laut dalam, serta natural hydrogen yang mulai menjadi perhatian dunia sebagai sumber energi masa depan.

Harapan kita bukanlah mimpi. Harapan kita bertumpu pada ilmu pengetahuan, pada data bawah permukaan yang semakin tajam, dan pada keberanian membaca sinyal yang kadang samar.

Tentu ada pandangan lain. Sebagian orang bertanya, apakah masih relevan mencari minyak besar ketika dunia sedang bergerak menuju energi hijau?

Kita tidak boleh menutup mata terhadap paradoks yang menyertai setiap sumur baru: antara kebutuhan energi hari ini dan tanggung jawab iklim esok hari.

Great discovery yang kita cari bukan hanya penemuan cadangan raksasa, melainkan juga penemuan cara baru mengelola kekayaan itu secara adil, berkelanjutan, dan berpihak pada generasi mendatang.

Pertanyaan itu layak dihormati. Transisi energi memang sedang berlangsung. Namun transisi bukan berarti penghentian secara mendadak.

Hampir seluruh proyeksi lembaga energi internasional menunjukkan bahwa minyak dan gas masih akan menjadi bagian penting dari bauran energi global selama beberapa dekade ke depan. Bahkan berbagai teknologi rendah karbon tetap membutuhkan pasokan energi yang stabil selama proses transisi berlangsung.

Oleh karena itu, eksplorasi minyak hari ini bukan bertentangan dengan masa depan. Justru menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih bersih.

Apalagi Indonesia juga memiliki peluang mengembangkan portofolio energi baru secara bersamaan: panas bumi, surya, angin, bioenergi, hingga hidrogen hijau. Bukan memilih salah satu, melainkan membangun semuanya secara cerdas. Ini yang sekarang menjadi tren: diversifikasi energi.

Great discovery Indonesia tidak harus dimaknai sebagai satu sumur saja. Ia dapat berupa kombinasi: penemuan cadangan besar, loncatan teknologi, dan tata kelola yang membuat kekayaan alam menjadi berkah lintas generasi.

Dalam perjalanan saya mengunjungi berbagai konferensi minyak internasional, saya selalu menemukan satu kesan yang sama.

Pahlawan terbesar perusahaan ini sering kali bukan mereka yang berbicara di atas panggung, melainkan mereka yang bekerja dalam senyap.

Mereka yang menghabiskan malam membaca data seismik. Mereka yang tetap ada di rig ketika ombak meninggi. Mereka yang mengambil keputusan sulit dengan risiko besar, tetapi tetap bertanggung jawab atas hasilnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Negara Bukan Pemilik Tanah Adat

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:05 WIB

Main Seperti Planga-plongo, Messi Borong Dua Gol

Selasa, 23 Juni 2026 | 08:15 WIB

Kapolri dan Makam BJ Habibie Yang Terlewat

Minggu, 21 Juni 2026 | 19:11 WIB

Tak Kunjung Selesai

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:09 WIB

Doaku Untuk Presidenku, Solusi Lewat Jalan Sunyi

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:06 WIB

Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:13 WIB

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:43 WIB
X