Tirakat politik, Jalan yang Sehat Memulihkan Bangsa yang "Sakit"

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 26 Juni 2026 | 10:25 WIB

Oleh karena itu, selain para elite politik dan para penyelenggara negara, rakyat pun perlu tirakat demokrasi. Yaitu, dengan cara menahan diri untuk tidak menerima uang politik dan tidak memilih karena amplop.

Suara rakyat adalah amanah, bukan barang dagangan. Jika suara dijual murah, maka masa depan bangsa bisa tergadai mahal.

Untuk menumbuhkan semangat tersebut, memang diperlukan "Gerakan Nasional Tirakat Politik" yang tak hanya berhenti pada seremonial dan slogan di spanduk.

Tetapi, gerakan nyata yang dimulai dari perubahan gaya hidup pejabat, transparansi kekayaan, pembatasan fasilitas berlebihan, keberanian menolak gratifikasi, keberanian membongkar jaringan rente, dan keberanian menjadikan jabatan sebagai ruang ibadah sosial.

Istilah tirakat politik ini mungkin tidak populer di tengah budaya politik yang gemar tepuk tangan, pencitraan, dan kemewahan. Tetapi justru karena itulah tirakat politik dibutuhkan.

Kenapa? Karena tirakat politik itu sesungguhnya ajakan untuk pulang.

Pulang kepada kesadaran bahwa kekuasaan bukan milik pribadi.

Pulang kepada amanah konstitusi.

Pulang kepada suara rakyat.

Pulang kepada nilai moral. Pulang kepada Tuhan.***

*Toto Izul Fatah ialah Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA dan Ketua Umum IKA PP Ibadurrahman YLPI Tegalega Sukabumi, Jawa Barat

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Main Seperti Planga-plongo, Messi Borong Dua Gol

Selasa, 23 Juni 2026 | 08:15 WIB

Kapolri dan Makam BJ Habibie Yang Terlewat

Minggu, 21 Juni 2026 | 19:11 WIB

Tak Kunjung Selesai

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:09 WIB

Doaku Untuk Presidenku, Solusi Lewat Jalan Sunyi

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:06 WIB

Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:13 WIB

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:43 WIB

Sejarah Tahun Baru Islam, Waktunya Pejabat Hijrah

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:25 WIB

Pesan Profetik Film Jangan Buang Ibu

Senin, 15 Juni 2026 | 07:33 WIB
X