Duh Qatar, Ente Malu-maluin Asia, Dibantai Kanada 6-0

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 19 Juni 2026 | 09:34 WIB

Baca Juga: Ketika Dunia Mencari Tempat Berlindung, Indonesia Harus Menjadi Jangkar

Di ruang ganti, pelatih Qatar Julen Lopetegui asal Spanyol memberikan tausiyah. "Ingat, kalian negara kaya. Stadion mewah punya. Fasilitas kelas dunia punya. Masa kalah begini? Baru tiga gol. Balas!"

Di kubu Kanada, pelatih Jesse Marsch justru bisa santai. "Kiper Maxime Crepeau boleh ngopi dulu. Sejauh ini pekerjaannya cuma menyaksikan pertandingan dari jarak dekat."

Babak kedua dimulai. Qatar mencoba bangkit. Setidaknya niatnya begitu. Sayangnya Kanada tidak membaca naskah kebangkitan tersebut.

Menit ke-64, Nathan Saliba mencetak gol keempat. Skor 4-0. Di momen ini, sebagian fans Qatar mulai ramai-ramai keluar stadion. Ada yang pura-pura menerima telepon penting. Ada mendadak ingat harus mengecek sumur minyak. Ada berjalan cepat sambil berbisik, "Saya tidak kenal tim ini."

Belum selesai penderitaan itu, datanglah tragedi yang pantas masuk museum sepak bola. Mohammad Al Mannai mencetak gol bunuh diri. Ya, gol bunuh diri.

Saat semua orang berharap Qatar memperkecil ketertinggalan, justru pemainnya membantu Kanada menambah keunggulan. Mahmoud Abunada di bawah mistar hanya bisa menatap kosong, mungkin sedang mempertanyakan seluruh keputusan hidup yang membawanya ke pertandingan ini. Ia tak menyangka kawan satu kamar mengkhianatinya.

Skor berubah menjadi 5-0. Lalu datang pukulan terakhir.

Menit 90+2, Jonathan David kembali membobol gawang Qatar. Hattrick sempurna. Pemain Juventus itu tampil seperti karakter utama. Sementara pertahanan Qatar lebih mirip figuran yang lupa dialog. Skor akhir 6-0.

Kanada memuncaki Grup B. Swiss mengikuti di belakangnya, lalu Bornia. Qatar? Duduk manis sebagai juru kunci, posisi yang biasanya tidak masuk brosur promosi sepak bola.

Peluang lolos memang secara matematis masih ada. Namun secara emosional, sebagian pendukung Qatar mungkin sudah mulai packing koper, memesan tiket pulang, dan menghapus rekaman pertandingan ini dari ingatan keluarga.

Karena kalau permainan seperti ini berlanjut, lawan berikutnya bukan lagi datang untuk mencari kemenangan. Mereka datang untuk antre mengambil gol.***

*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Koboi Kalah Perang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB
X