Kisah 108 Solusi Presiden Prabowo Subianto

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 8 Juni 2026 | 10:02 WIB

Kelemahan utama buku ini adalah kedekatannya dengan pemerintahan yang sedang berkuasa. Ia berisiko dianggap lebih menonjolkan keberhasilan dibanding mengulas kegagalan, hambatan, atau kritik secara setara.

Namun justru karena itulah buku ini penting dibaca: bukan sebagai putusan akhir, melainkan sebagai dokumen awal yang menyediakan data, klaim, dan capaian yang kelak dapat diuji, diverifikasi, dikritik, atau dibenarkan oleh sejarah.

Tanpa dokumentasi seperti ini, publik hanya mewarisi opini; dengan dokumentasi, publik memiliki bahan untuk membuat evaluasi yang lebih objektif.

Dua buku di bawah ini dapat memperkaya wawasan kita. tentang buku Presiden Solusi diatas.  Buku pertama berjudul The Fifth Risk, ditulis oleh Michael Lewis, 2018

Buku ini menjelaskan bahwa fungsi utama pemerintah sering kali tidak terlihat oleh publik. Banyak pekerjaan negara justru berkaitan dengan mencegah krisis sebelum krisis itu terjadi.

Lewis menunjukkan bagaimana birokrasi yang kompeten dapat menyelamatkan jutaan orang tanpa pernah muncul di halaman depan surat kabar.

Gagasan ini relevan dengan Presiden Solusi. Banyak program yang tercatat dalam buku tersebut tidak spektakuler secara politik. Namun dampaknya sangat besar.

Pompa air bagi petani, distribusi pupuk, perbaikan data bantuan sosial, dan reformasi pelayanan publik mungkin tampak administratif. Namun justru program-program itulah yang menentukan kualitas hidup rakyat sehari-hari.

Buku Lewis mengajarkan bahwa negara yang baik bukan negara yang paling banyak berpidato, melainkan negara yang paling efektif mengelola risiko sebelum menjadi bencana.

Buku kedua: How Change Happens. Penulisnya Duncan Green, 2016

Duncan Green menjelaskan bahwa perubahan sosial hampir tidak pernah terjadi melalui satu kebijakan besar yang heroik. Perubahan biasanya lahir dari akumulasi ratusan langkah kecil yang saling memperkuat.

Perspektif ini membantu kita memahami mengapa buku Presiden Solusi memilih menampilkan 108 kasus yang berbeda.

Tidak ada satu program yang dapat menyelesaikan seluruh persoalan bangsa. Kemajuan lahir dari gabungan berbagai kebijakan yang bekerja secara simultan.

Perubahan ekonomi membutuhkan investasi. Investasi membutuhkan infrastruktur. Infrastruktur membutuhkan energi. Energi membutuhkan regulasi. Regulasi membutuhkan birokrasi yang efektif. Semua saling terhubung.

Oleh karena itu, kekuatan buku ini bukan pada satu solusi tunggal, melainkan pada gambaran besar mengenai bagaimana berbagai solusi bekerja bersama membentuk arah pembangunan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kisah 108 Solusi Presiden Prabowo Subianto

Senin, 8 Juni 2026 | 10:02 WIB

Mengapa Dolar AS Menembus Rp18.000?

Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:07 WIB

Memelihara Harapan di Tengah Kesulitan

Sabtu, 6 Juni 2026 | 09:54 WIB

Belajar Merawat Alam dari Leluhur Nusantara

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:12 WIB

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 5 Juni 2026 | 06:39 WIB

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB

Tan Malaka dan Keberanian Berpikir

Selasa, 2 Juni 2026 | 09:10 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 12:54 WIB

Abu Janda Versus Permadi Arya

Senin, 1 Juni 2026 | 09:54 WIB

Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku

Senin, 1 Juni 2026 | 09:20 WIB

Dua Kali Adil

Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB
X