Apa isi buku ini?
Secara sederhana, buku ini adalah peta besar mengenai tentang negara bekerja menyelesaikan persoalan rakyat.
Di dalamnya ada 108 kasus yang mencakup pertanian, pendidikan, kesehatan, pangan, investasi, industri, energi, hilirisasi, perumahan, perlindungan sosial, birokrasi, teknologi, infrastruktur, diplomasi, hingga pemberdayaan ekonomi rakyat.
Selain bantuan pompa untuk petani yang terdampak kekeringan, buku ini juga memuat penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, percepatan pembangunan lumbung pangan, program makan bergizi gratis, dan pembangunan sekolah unggulan.
Juga soal penguatan layanan kesehatan, digitalisasi birokrasi, pengembangan industri hilirisasi mineral, penguatan ketahanan energi, peningkatan investasi asing, hingga penguatan diplomasi ekonomi Indonesia.
Yang menarik, setiap topik disusun dengan pola yang konsisten. Masalah dijelaskan terlebih dahulu. Setelah itu solusi yang diambil pemerintah dipaparkan.
Kemudian dijelaskan pula dampak yang diharapkan. Format seperti ini membuat pembaca dapat menilai sendiri hubungan antara problem dan solusi secara lebih objektif.
Sesungguhnya buku ini bukan hanya tentang 108 solusi. Buku ini juga tentang perubahan cara memandang negara.
Negara tidak lagi dipahami sebagai panggung politik, melainkan sebagai mesin yang terus belajar menyelesaikan masalah rakyat.
Merenungkan buku ini, terasa tiga kekuatannya.
Kekuatan pertama: Buku ini mengubah politik menjadi problem solving
Kebanyakan buku politik berbicara tentang ideologi, konflik, atau pertarungan kekuasaan. Buku ini mengambil jalan berbeda.
Fokusnya bukan siapa yang menang atau kalah dalam politik, melainkan persoalan apa yang berhasil diselesaikan.
Pendekatan ini penting karena rakyat sesungguhnya hidup di dunia yang konkret. Petani membutuhkan air. Nelayan membutuhkan solar. Pelajar membutuhkan sekolah yang lebih baik.
Pasien membutuhkan layanan kesehatan yang lebih cepat. Mereka tidak hidup di ruang seminar politik, melainkan di ruang kehidupan sehari-hari.
Artikel Terkait
Marco Bezzecchi Pimpin Klasemen MotoGP 2026 Setelah Marc Marquez Menangi Sprint Race GP Hungaria
Car Free Day di Jalan HR Rasuna Said Rutin Digelar Setiap Minggu Mulai Hari Ini, Pukul 05.30 Sampai 09.00 WIB
Rute Lalu Lintas Ketika Car Free Day Berlangsung di Jalan HR Rasuna Said
Elon Musk, Thomas Alva Edison, dan Mengapa Kita Perlu Inovator?
Car Free Day Pertama di Jalan HR Rasuna Said Jakarta Berlangsung Meriah, Wisatawan Mancanegara Datang