Tradisi Ngantar Ajong di Kabupaten Sambas Yang Dicap Sirik, Anehnya Makin Ramai

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 5 Juni 2026 | 06:24 WIB
Foto Rosadi Jamani
Foto Rosadi Jamani

Di satu sisi ada mereka yang ingin menjaga warisan budaya Melayu Sambas. Di sisi lain ada mereka yang mengkritik unsur-unsur tertentu dari sudut pandang agama. Perdebatan itu mungkin tidak akan pernah selesai.

Tetapi satu hal yang pasti, selama warga Arung Parak masih membuat Ajong, selama ribuan orang masih datang menonton, dan selama netizen masih memiliki kuota internet, tradisi ini akan terus hidup, di pantai, dan di kampung.

*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB
X