Di satu sisi ada mereka yang ingin menjaga warisan budaya Melayu Sambas. Di sisi lain ada mereka yang mengkritik unsur-unsur tertentu dari sudut pandang agama. Perdebatan itu mungkin tidak akan pernah selesai.
Tetapi satu hal yang pasti, selama warga Arung Parak masih membuat Ajong, selama ribuan orang masih datang menonton, dan selama netizen masih memiliki kuota internet, tradisi ini akan terus hidup, di pantai, dan di kampung.
*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat
Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi
Artikel Terkait
Dadan Hindayana Cs Diduga Intervensi Pengadaan Sepeda Motor Listrik Rp1 Triliun
Dugaan Pemerasan Yang Menyeret Silmy Karim Cs Mencapai Ratusan Miliar Rupiah
Iran Menyebut Bandar Udara Internasional Kuwait Terkena Rudal Patriot Amerika Yang Eror
Silmy Karim Diduga Terima Jatah Uang Pungli Rp100 Juta per Minggu
KPK Berpeluang Jerat Silmy Karim Cs Dengan Pasal Pencucian Uang