Ungkapan polos tentang memindahkan gunung atau menutup puncak dengan semen dinilai sebagai simbol keputusasaan warga yang berharap hidup lebih aman.
Hingga kini, pemerintah dan pihak terkait terus mengimbau warga di zona rawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi keselamatan.
Gunung Semeru sendiri masih berstatus aktif dan terus dipantau intensif oleh pihak berwenang.
Sementara itu, kisah Gimah menjadi pengingat bahwa di balik data dan status gunung berapi, terdapat manusia yang setiap hari hidup berdampingan dengan rasa takut akan bencana yang bisa datang kapan saja. *****
Artikel Terkait
Wacana Pilkada Dipilih DPRD Kembali Mencuat, Pengamat Nilai Berpotensi Gerus Kepercayaan Publik
Basarnas Konfirmasi Temuan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Usai Laporan Pendaki
Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Yogyakarta – Makassar Hilang Kontak di Kawasan Leang-leang Maros
Kasus Pengeroyokan Guru SMK Jambi Viral, Terungkap Aturan Panggilan ‘Prince’ hingga Pengakuan Siswa