Bayang-bayang Erupsi Semeru Picu Keresahan Warga, Muncul Usulan Ekstrem demi Rasa Aman

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 19 Januari 2026 | 10:24 WIB
Viral Warga Mengaku Resah Akibat Dibayangi Erupsi Semeru, Berharap Gunung Itu 'Dipindahkan' demi Keselamatan Bersama - WartaPesona.com (Suara Merdeka Jakarta)
Viral Warga Mengaku Resah Akibat Dibayangi Erupsi Semeru, Berharap Gunung Itu 'Dipindahkan' demi Keselamatan Bersama - WartaPesona.com (Suara Merdeka Jakarta)

Ungkapan tersebut sontak menarik perhatian warganet. Banyak yang menilai pernyataan Gimah bukan sekadar candaan atau ketidaktahuan,

melainkan luapan ketakutan warga yang bertahun-tahun hidup berdampingan dengan ancaman bencana alam.

Baca Juga: Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Yogyakarta – Makassar Hilang Kontak di Kawasan Leang-leang Maros

Ide di Luar Nalar : Gunung Ditutup Semen

Masih dalam percakapan tersebut, Gimah juga menyampaikan gagasan yang terdengar di luar nalar, namun lahir dari rasa putus asa.

Ia menyarankan agar puncak Gunung Semeru ditutup menggunakan semen demi menghentikan keluarnya material panas.

“Kalau gunungnya bisa ditutup, coba tanya ibu-ibu yang lain, bisa tidak ya, kita tutup,” katanya.

Gimah bahkan membayangkan para prajurit TNI bergotong royong menutup sumber api di puncak gunung berapi aktif tersebut.

Namun, ia sendiri menyadari bahwa gagasan itu nyaris mustahil untuk dilakukan.

“Se-Indonesia dibawakan semen untuk menutup lubang api itu, pasti tidak dapat menutupi separuhnya,” ujarnya, sembari tersenyum pahit.

Pernyataan itu mencerminkan betapa besar ketakutan dan kelelahan psikologis warga yang terus-menerus hidup dalam kondisi darurat akibat aktivitas Gunung Semeru.

Baca Juga: Basarnas Konfirmasi Temuan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Usai Laporan Pendaki

Rumah Tertutup Abu Vulkanik

Gimah kemudian menceritakan pengalaman pahitnya saat erupsi Gunung Semeru pada November 2025 lalu.

Abu vulkanik tebal menyelimuti rumahnya dan lingkungan sekitar, memaksa warga untuk bertahan dalam kondisi yang serba terbatas.

“Saya lahir dan besar di sini, jadi pahitnya erupsi saya tahu betul,” ungkapnya.

Ia mengatakan seluruh bagian rumahnya tertutup abu, mulai dari atap hingga perabotan di dalam rumah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X