WartaPesona.com – Sebuah video yang memperlihatkan curahan hati warga terdampak erupsi Gunung Semeru kembali viral di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang perempuan paruh baya asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengungkapkan keresahannya
karena harus hidup di bawah bayang-bayang ancaman erupsi gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa itu.
Video tersebut ramai diperbincangkan lantaran memuat ungkapan polos namun sarat keputusasaan dari warga bernama Gimah, yang tinggal di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Gimah menyampaikan kegelisahannya kepada seorang prajurit TNI yang sedang bertugas di wilayah terdampak erupsi.
Keresahan itu muncul setelah aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada 19 November 2025 lalu.
Saat itu, erupsi disertai awan panas dan hujan abu vulkanik berdampak langsung pada pemukiman warga di sekitar zona rawan bencana.
Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Guru SMK Jambi Viral, Terungkap Aturan Panggilan ‘Prince’ hingga Pengakuan Siswa
Hidup dalam Bayang-bayang Erupsi
Dalam video yang diunggah akun Instagram @undercover.id pada Kamis, 15 Januari 2026, Gimah mengungkapkan bahwa hidup di lereng Gunung Semeru membuat warga selalu dihantui rasa takut.
Menurutnya, erupsi kerap terjadi berulang dan memaksa warga untuk kembali menghadapi trauma yang sama.
“Coba dipindahkan sama bapak itu gunung (Semeru), kemana gitu, biar saya aman di sini,” ujar Gimah dengan nada lirih namun penuh harap.
Ia menuturkan, erupsi besar Gunung Semeru seolah menjadi siklus yang terus berulang setiap beberapa tahun sekali.
Kondisi ini membuat warga harus selalu bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
“Masa empat tahun sekali harus begini terus,” ucapnya.
Artikel Terkait
Wacana Pilkada Dipilih DPRD Kembali Mencuat, Pengamat Nilai Berpotensi Gerus Kepercayaan Publik
Basarnas Konfirmasi Temuan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Usai Laporan Pendaki
Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Yogyakarta – Makassar Hilang Kontak di Kawasan Leang-leang Maros
Kasus Pengeroyokan Guru SMK Jambi Viral, Terungkap Aturan Panggilan ‘Prince’ hingga Pengakuan Siswa