WartaPesona.com – Lebih dari sebulan setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dampak bencana masih membekas kuat di Dusun Sijantung, Desa Pengidam.
Hingga kini, tumpukan kayu gelondongan berukuran besar masih berserakan dan menimbun hampir seluruh kawasan permukiman, membuat dusun tersebut dijuluki warga sebagai “desa yang hilang”.
Aceh Tamiang tercatat sebagai salah satu wilayah dengan dampak terparah akibat rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi usai hujan deras berkepanjangan.
Debit air sungai yang meningkat drastis memicu luapan besar, disertai longsoran bukit yang membawa ribuan batang kayu dari hulu.
Gelondongan kayu itu melaju tanpa kendali, menghantam rumah-rumah warga, fasilitas umum, hingga lahan pemakaman.
Dusun Sijantung Lenyap Tanpa Sisa
Dusun Sijantung kini nyaris tak menyisakan jejak kehidupan. Tak ada satu pun rumah yang masih berdiri utuh.
Bangunan permanen maupun semi permanen rata dengan tanah, tertimbun kayu dan lumpur yang mulai mengeras.
Sejumlah warga menyebut, kawasan yang dulunya menjadi pusat aktivitas sosial kini berubah menjadi hamparan kayu raksasa.
Lapangan sepak bola yang biasa digunakan anak-anak bermain, masjid tempat ibadah, hingga kompleks pemakaman desa, semuanya tertutup material banjir.
“Ini dulunya lapangan bola, gawangnya itu nyangkut di kayu besar, sampai batang sawit. Di belakang lapangan ini ada kuburan, masjid, semuanya di sini,”
tutur seorang warga sambil menunjuk tumpukan kayu yang menjulang, dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
“Habis semua kena kayu,” lanjutnya dengan suara lirih.
Artikel Terkait
Lewat Dongeng dan Bahasa Anak, Influencer Virdian Aurellio Tanamkan Kesadaran Lingkungan pada Anak-anak Aceh Pascabencana
Keluhkan Tiket Mahal ke Aceh, Menkes Budi Ungkap Relawan Kemenkes Lebih Murah Terbang via Malaysia
Sebulan Pascabanjir, Relawan Ungkap Takengon Masih Berkubang Lumpur dan Timbunan Batu di Banyak Akses Jalan
“Airnya Naik Cepat Sekali,” Cerita Bocah Aceh Tamiang saat Banjir dan Longsor Datang Tanpa Peringatan