Sinergi Strategis Kemenparekraf dan Kemenaker: Perkuat SDM Pariwisata Menuju Ekosistem Unggul dan Inklusif

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Minggu, 22 Juni 2025 | 10:56 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Prof. Ir. Yassierli sepakat bekerja sama dalam mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan sektor pariwisata melalui penandatanganan MoU di Gedung Sapta Pesona. (Foto: kemenpar.go.id)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Prof. Ir. Yassierli sepakat bekerja sama dalam mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan sektor pariwisata melalui penandatanganan MoU di Gedung Sapta Pesona. (Foto: kemenpar.go.id)

WartaPesona.com- Jakarta, 20 Juni 2025 – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan kompeten.

Penegasan ini diwujudkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) antara kedua kementerian di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

“Hari ini bukan sekadar penandatanganan MoU. Ini adalah langkah nyata menuju pembangunan ekosistem pariwisata yang adil dan kompetitif, didukung penuh oleh Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.

Baca Juga: 75 Tahun Kemitraan Indonesia–Rusia: Fondasi Kokoh untuk Diplomasi Damai Global

Ia menambahkan bahwa sektor tenaga kerja pariwisata menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 25 juta orang per akhir 2024, meningkat signifikan dibandingkan sebelum pandemi.

Namun, tantangan masih ada, terutama dalam pemerataan distribusi tenaga kerja yang saat ini terkonsentrasi di tiga provinsi di Pulau Jawa.

Menanggapi tantangan tersebut, sinergi lintas kementerian ini difokuskan pada penguatan SDM di wilayah-wilayah destinasi prioritas yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Baca Juga: Jakarta Mantapkan Posisi Global lewat Sukses Sarinah E-Prix 2025: Trofi Diserahkan Gubernur Pramono

Pada tahap awal, kerja sama ini akan menyentuh wilayah Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur–Prambanan, serta Lombok–Gili Tramena.

“Kita perlu memastikan bahwa daerah pengembangan pariwisata memiliki pasokan tenaga kerja yang kompeten dan terlatih,” ujar Menteri Widiyanti.

“Melalui pelatihan dan sertifikasi, kami ingin memastikan setiap individu, dari Medan hingga Lombok, mendapat kesempatan yang setara.”

Baca Juga: Pemprov DKI Hadirkan Keadilan Pangan Lewat Bazar Murah Sambut HUT ke-498 Jakarta

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Ir. Yassierli, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan kebutuhan riil dunia kerja pariwisata.

Dengan mengoptimalkan empat Balai Pengembangan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang dimiliki Kemenaker serta bersinergi dengan Politeknik Pariwisata, diharapkan tercipta sistem pengembangan SDM yang terintegrasi dan adaptif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X