“Ini adalah langkah awal untuk kolaborasi berkelanjutan yang akan memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitas nasional,” ujarnya.
Ruang diskusi lebih lanjut melalui forum group discussion (FGD) pun akan segera dibuka guna memperkuat arah kebijakan dan strategi teknis ke depan.
Fokus kerja sama mencakup pengembangan kapasitas SDM dan kelembagaan, pertukaran data dan informasi ketenagakerjaan, serta fasilitasi penempatan tenaga kerja di sektor pariwisata.
Sebagai bagian dari acara, turut ditandatangani pula Perjanjian Kerja Sama antara Deputi Bidang SDM dan Kelembagaan Kemenparekraf, Diah M. Paham, dan Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemenaker, Agung Nur Rohmad.
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Utama Kemenparekraf Bayu Aji dan jajaran pejabat eselon II, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer beserta pejabat eselon I dan II dari kedua kementerian.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan SDM pariwisata yang profesional, tangguh, dan berdaya saing global, serta memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di daerah destinasi wisata nasional.***
Artikel Terkait
Kemenpar Ajukan Tambahan Anggaran Rp2,25 Triliun Untuk Optimalkan Program Pariwisata Berkelas Dunia
Kolaborasi Menyambut Wisman 2025: Kemenpar Perkuat Tiga Pintu Masuk Utama Indonesia
Sinergi Global untuk Pariwisata Indonesia: Kemenpar dan Qatar Airways Perluas Jangkauan Promosi Internasional
Koperasi Merah Putih: Sinergi Strategis Kemenpar dan Kemenkop Bangkitkan Potensi Desa Wisata
Menata Ulang Wisata Edukasi: Kemenpar Susun Regulasi Demi Keamanan dan Nilai Pembelajaran
Kemenpar Intensifkan Evaluasi Geopark Kaldera Toba: Strategi Nasional Hadapi “Yellow Card” UNESCO
Kemenpar Hadir di Osaka World Expo 2025: Strategi Diplomasi Pariwisata Menuju Peningkatan Kunjungan Wisman Asia Timur
Kemenpar Perkuat SDM Gizi Nasional Lewat Pelatihan Dapur SPPI untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis