WartaPesona.com- Jakarta, 20 Juni 2025 – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan kompeten.
Penegasan ini diwujudkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) antara kedua kementerian di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
“Hari ini bukan sekadar penandatanganan MoU. Ini adalah langkah nyata menuju pembangunan ekosistem pariwisata yang adil dan kompetitif, didukung penuh oleh Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.
Baca Juga: 75 Tahun Kemitraan Indonesia–Rusia: Fondasi Kokoh untuk Diplomasi Damai Global
Ia menambahkan bahwa sektor tenaga kerja pariwisata menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 25 juta orang per akhir 2024, meningkat signifikan dibandingkan sebelum pandemi.
Namun, tantangan masih ada, terutama dalam pemerataan distribusi tenaga kerja yang saat ini terkonsentrasi di tiga provinsi di Pulau Jawa.
Menanggapi tantangan tersebut, sinergi lintas kementerian ini difokuskan pada penguatan SDM di wilayah-wilayah destinasi prioritas yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Baca Juga: Jakarta Mantapkan Posisi Global lewat Sukses Sarinah E-Prix 2025: Trofi Diserahkan Gubernur Pramono
Pada tahap awal, kerja sama ini akan menyentuh wilayah Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur–Prambanan, serta Lombok–Gili Tramena.
“Kita perlu memastikan bahwa daerah pengembangan pariwisata memiliki pasokan tenaga kerja yang kompeten dan terlatih,” ujar Menteri Widiyanti.
“Melalui pelatihan dan sertifikasi, kami ingin memastikan setiap individu, dari Medan hingga Lombok, mendapat kesempatan yang setara.”
Baca Juga: Pemprov DKI Hadirkan Keadilan Pangan Lewat Bazar Murah Sambut HUT ke-498 Jakarta
Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Ir. Yassierli, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan kebutuhan riil dunia kerja pariwisata.
Dengan mengoptimalkan empat Balai Pengembangan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang dimiliki Kemenaker serta bersinergi dengan Politeknik Pariwisata, diharapkan tercipta sistem pengembangan SDM yang terintegrasi dan adaptif.
Artikel Terkait
Kemenpar Ajukan Tambahan Anggaran Rp2,25 Triliun Untuk Optimalkan Program Pariwisata Berkelas Dunia
Kolaborasi Menyambut Wisman 2025: Kemenpar Perkuat Tiga Pintu Masuk Utama Indonesia
Sinergi Global untuk Pariwisata Indonesia: Kemenpar dan Qatar Airways Perluas Jangkauan Promosi Internasional
Koperasi Merah Putih: Sinergi Strategis Kemenpar dan Kemenkop Bangkitkan Potensi Desa Wisata
Menata Ulang Wisata Edukasi: Kemenpar Susun Regulasi Demi Keamanan dan Nilai Pembelajaran
Kemenpar Intensifkan Evaluasi Geopark Kaldera Toba: Strategi Nasional Hadapi “Yellow Card” UNESCO
Kemenpar Hadir di Osaka World Expo 2025: Strategi Diplomasi Pariwisata Menuju Peningkatan Kunjungan Wisman Asia Timur
Kemenpar Perkuat SDM Gizi Nasional Lewat Pelatihan Dapur SPPI untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis