WartaPesona.com - Daya tarik wisata Labuan Bajo mulai populer sejak tahun 2011. Pulau paling terkenal di Nusa Tenggara Barat saat itu, Pulau Komodo, baru-baru ini dinobatkan sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia oleh New7Wonders.
Oleh karena itu, hal ini menarik perhatian baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Fakta bahwa Labuan Bajo menjadi latar film-film blockbuster seperti Labuan Hati (2017) dan Susah Signal (2017) juga berkontribusi pada popularitas kota yang semakin meningkat.
Terdapat Komodo
Pertama kali seorang pilot melihat komodo adalah pada tahun 1910, ketika pesawatnya jatuh di dekat Pulau Komodo, lepas pantai Labuan Bajo.
Baca Juga: Destinasi Wisata Merak: Libur Lebaran di Pulau Merak Kecil dan Besar!
Kesaksian sang pilot akhirnya ditemukan oleh seorang pegawai administrasi Hindia Belanda, dan Pieter Antonie Ouwens, direktur Museum Zoologi Bogor, menerbitkannya dalam sebuah publikasi ilmiah pada tahun 1912.
Hasil dari penemuan ini adalah berdirinya Labuan Bajo, yang saat ini dianggap sebagai pintu masuk untuk melihat spesies yang cukup langka tersebut.
Tempat yang paling disukai untuk mengamati komodo secara langsung adalah Pulau Komodo dan Pulau Rinca.
Julukan Kota Seribu Senja
Labuan Bajo dikenal sebagai "kota seribu matahari terbenam" karena selalu ada pemandangan matahari terbenam yang indah di sana.
Kadang-kadang mencoba menjadi jingga yang kuat, tetapi di lain waktu ledakan warna merah jambu dan ungu tidak takut untuk menyapa.
Baca Juga: Ini Dia IP Karakter Oramon, Teman Seru Perjalanan Wisata ke Labuan Bajo yang Dikenalkan oleh Menparekraf
Namun, ada beberapa lokasi terkenal yang dianggap sebagai tempat terbaik untuk melihat matahari terbenam di Labuan Bajo.
Puncak Waringin, Bukit Sylvia, dan Bukit Cinta adalah beberapa di antaranya.
Tempat Trekking Yang Bagus
Menurut banyak orang, Labuan Bajo adalah salah satu lokasi terbaik untuk hiking. Sekalipun itu tampak seperti gagasan yang melelahkan, setelah selesai, sebenarnya jauh lebih menyenangkan.
Pemandangan pasti menyinggung mata, terutama setelah mencapai tingkat tertentu.
Bahkan hingga saat ini, Pulau Padar menjadi jalur trekking yang populer.
Sinar matahari dianggap kurang terik di pagi hari dibandingkan sepanjang hari, menjadikannya waktu yang ideal untuk berkunjung.
Pemandangan Bawah Laut Yang Fantastis
Baca Juga: Rakor Kepala Dinas Pariwisata se-NTT sekaligus Gerakan 'BBWI Road Nusantara' di Labuhan Bajo
Seperti diketahui, Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di sekitarnya merupakan dambaan para pecinta pemandangan bawah laut.
Dikatakan bahwa April adalah bulan terbaik untuk scuba diving.
Tempat menyelam yang sangat disukai antara lain Castle Rock, Batu Bolong, dan Crystal Rock.
Arus bawah laut di daerah ini sangat kuat, memberikan kesan bahwa seseorang "meluncur seperti peluru", menurut beberapa penyelam.
Surga Sabana
Baca Juga: Resmikan Jalan Akses Labuan Bajo-Golo Mori, Presiden Dorong Pengembangan Kawasan Wisata di Nusa Tenggara Timur
Selain menjadi kumpulan pulau yang dikelilingi oleh laut biru, kawasan savana Labuan Bajo kini menambah keindahannya.
Kunjungan yang dilakukan selama musim hujan akan memungkinkan Anda memanfaatkan rerumputan yang rimbun.
Selama musim kemarau, tampaknya berubah dengan cepat menjadi coklat.
Artikel Terkait
Pesona Pantai: Mengapa Pantai adalah Destinasi Wisata Terbaik
Rahasia Manis di Balik Kelezatan Iki Chocolate: Nikmati Sensasi Cokelat yang Tidak Terlupakan
Menjelajahi Keindahan Ibadah Selama Bulan Suci: Wisata Religi di Bulan Ramadhan
Bagus Untuk Tubuh: Manfaat Kurma Sebagai Menu Buka Puasa!
Resep Kue Kering Khas Lebaran, Bikinnya Gampang dan Praktis!
Destinasi Wisata Merak: Libur Lebaran di Pulau Merak Kecil dan Besar!
Buat Nastar Tapi Gagal Terus? ini Dia 7 Kesalahan Dalam Membuat Nastar!
Wisata Religi : Menelusuri Keindahan Masjid Istiqlal dan Masjid Cut Meutia di Jakarta Pusat
Biji Ketapang: Kue Lebaran Legendaris dari DKI Jakarta yang Tak Boleh Terlewatkan, Ini Resepnya
Menjelajahi Kekayaan Indonesia: 7 Tempat Wisata Terbaik yang Harus Dikunjungi