Geopark Rinjani, Ciletuh, dan Toba Kaldera Kembali Raih Green Card UNESCO

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 5 Mei 2026 | 06:38 WIB
Geopark Rinjani, Ciletuh, dan Toba Caldera Kembai Raih Green Card UNESCO. (Instagram @kemenpar.ri)
Geopark Rinjani, Ciletuh, dan Toba Caldera Kembai Raih Green Card UNESCO. (Instagram @kemenpar.ri)

WartaPesona.com - Tiga geopark Indonesia kembali meraih Green Card UNESCO.

Ini menandakan bahwa pengelolaannya yang konsisten dan memenuhi standar global, demikian Kementerian Pariwisata dalam unggahannya di akun Instagram @kemenpar.ri seperti dilihat Senin 5 Mei 2026 malam.

Tiga geopark yang kembali memperoleh Green Card UNESCO ialah Geopark Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat; Geopark Ciletuh, Palabuhan Ratu, Jawa Barat; dan Geopark Toba Kaldera, Sumatra Utara.

Baca Juga: Pramono Anung Undang Presiden Prabowo Subianto Resmikan Wajah Baru Jalan HR Rasuna Said Jakarta

Menurut Kementerian Pariwisata, Green Card UNESCO ini menunjukkan bahwa kekayaan alam Indonesia tidak hanya indah, tetapi juga dikelola dengan baik dan memberi manfaat luas.

“Semoga langkah ini semakin mendorong upaya melestarikan, kolaborasi, dan pengembangan yang berkelanjutan,” demikian Kementerian Pariwisata.

Status green card adalah bentuk pengakuan tertinggi dalam evaluasi berkala UNESCO terhadap geopark, yang menunjukkan bahwa suatu kawasan telah memenuhi standar internasional dalam aspek konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat.

Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Mohamad Oemar, yang juga Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, menyampaikan, capaian ini bukan sekadar pengakuan simbolik, melainkan refleksi dari konsistensi Indonesia dalam mengelola kekayaan alam secara berkelanjutan.

Baca Juga: Keindahan dan Sejarah Sumatra Barat Memukau Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana

“UNESCO Global Geopark adalah platform penting untuk memperkuat diplomasi lingkungan, edukasi publik, dan pemberdayaan masyarakat lokal secara terpadu,” ujarnya.

Sejalan dengan capaian tersebut, UNESCO turut menyampaikan beberapa rekomendasi strategis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas geopark ke depan.

Untuk Geopark Rinjani, UNESCO menekankan pentingnya meningkatkan kualitas informasi publik, termasuk pembaruan panel interpretasi dan perbaikan akurasi informasi mitigasi bencana di Museum Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengelolaan risiko overtourism yang berpotensi mengancam kelestarian kawasan.

Baca Juga: Pendiri dan Pemilik Barito Group Prajogo Pangestu jadi orang terkaya di Indonesia 2026 Versi Forbes

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X