5 Destinasi Wisata Ramah Muslim di Indonesia yang Diakui Dunia

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Rabu, 31 Desember 2025 | 14:46 WIB
Bagian dalam Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An Nur di Kota Magelang.  (Instagram @prokompim_kabmagelang)
Bagian dalam Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An Nur di Kota Magelang. (Instagram @prokompim_kabmagelang)

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan moslem friendly tourism atau wisata ramah muslim. Konsep wisata ini bertujuan meningkatkan daya tarik sekaligus kepuasan wisatawan muslim, baik domestik maupun mancanegara, melalui penyediaan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Penguatan amenitas, atraksi, dan aksesibilitas terus dilakukan agar Indonesia mampu bersaing di pasar pariwisata halal global.

Pada 2019, sekitar 20 persen dari 14,92 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia merupakan wisatawan muslim. Berdasarkan laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019, Indonesia bahkan menempati peringkat pertama dari 130 negara tujuan wisata ramah muslim, dengan penilaian unggul pada aspek akses, komunikasi, lingkungan, dan pelayanan. Prestasi tersebut semakin diperkuat dengan keberhasilan Indonesia meraih 12 dari 16 penghargaan dalam World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi.

Perkembangan wisata ramah muslim kini telah memasuki fase pasar global. Oleh karena itu, pengembangannya menjadi langkah strategis untuk mendorong Indonesia sebagai pemimpin wisata halal dunia. Upaya ini mencakup penyediaan fasilitas dasar seperti air untuk bersuci, makanan halal, tempat ibadah yang memadai, paket wisata halal, hingga penguatan ekosistem pariwisata halal secara menyeluruh di berbagai destinasi.

Lombok menjadi destinasi wisata ramah muslim unggulan di Indonesia. Pulau ini pernah menempati peringkat pertama dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019. Lombok juga menyabet sejumlah penghargaan dalam World Halal Tourism Award 2016, di antaranya World’s Best Halal Beach Resort, World’s Best Halal Honeymoon Destination, dan World’s Best Halal Tourism Website. Kelengkapan fasilitas menjadi kekuatan utama Lombok, mulai dari puluhan restoran dan hotel bersertifikat halal, ribuan masjid, hingga situs heritage Islam, atraksi ramah muslim, serta paket wisata halal yang beragam.

Aceh menempati peringkat kedua sebagai destinasi wisata ramah muslim versi IMTI 2019. Provinsi ini meraih penghargaan World’s Best Airport for Halal Travellers untuk Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda serta World’s Best Halal Cultural Destination dalam ajang World Halal Tourism Award 2016. Aceh menawarkan beragam destinasi unggulan seperti Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, Pulau Weh, dan pantai-pantai indah yang mendukung konsep wisata ramah muslim.

Sumatera Barat juga menjadi salah satu destinasi moslem friendly tourism yang menonjol. Pada World Halal Tourism Award 2016, Sumatera Barat berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus, yakni World’s Best Halal Destination, World’s Best Halal Tour Operator, dan World’s Best Halal Culinary Destination. Komitmen pengembangan wisata halal di daerah ini diwujudkan melalui pembangunan fasilitas ibadah di destinasi wisata serta penguatan kuliner bersertifikat halal.

Kepulauan Riau turut masuk dalam jajaran destinasi wisata ramah muslim di Indonesia. Infrastruktur yang memadai, seperti bandara internasional, jaringan transportasi darat, dan aksesibilitas antarpulau, menjadi faktor pendukung utama. Selain itu, Kepulauan Riau memiliki destinasi wisata bernuansa religi, salah satunya Masjid Sultan Kepulauan Riau di Pulau Penyengat, yang kerap menjadi tujuan wisatawan muslim.

Di Pulau Jawa, Jakarta menjadi salah satu destinasi wisata ramah muslim unggulan. Kelengkapan fasilitas menjadi keunggulan utama ibu kota, mulai dari hotel bersertifikat halal, hotel syariah, hingga ribuan masjid. Jakarta juga meraih penghargaan World’s Best Hajj & Umrah Operator dalam World Halal Tourism Award 2016, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat layanan wisata ramah muslim di Indonesia.

Pengembangan wisata ramah muslim di berbagai daerah tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam menghadirkan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Dengan potensi besar yang dimiliki, Indonesia berpeluang terus memperkuat posisinya sebagai destinasi utama wisata halal dunia.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: KEMENPAR

Rekomendasi

Terkini

X